Penganggur Itu Aku

Penganggur itu aku
menghitung hari mengumpul sabar
menggunung cita mengharap kenyataan
namun masih begini hari ke hari.

Penganggur itu aku
menunduk malu menahan hampa
seribu janjiku tidak bersapa
sedang budi belum terbela.

Penganggur itu aku
semangat diri kian menipis
memandang diri serba tak punya
kemana pergi dipandang tiada.

Penganggur itu aku
salah dan benar pada diriku
berat tetap di bahuku
sulit untuk bercerita
sulit untuk bersuara
senyum pahit itu dapat kubaca.

Penganggur itu aku
hari ini masih begitu
segankah sahabat menjadi tamu
aku perlu tahu itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s