PUTIH?

PUTIH?

Puluhan produk kecantikan yang berfungsi sebagai pemutih kulit diiklankan secara gencar. Tak ada Asap tanpa api, tak mungkin pemutih kian digencarkan tanpa bertambahnya jumlah konsumen. Wanita muda kita kian gelisah?

Lihat saja iklan-iklan wanita muda yang tidak puas dengan warna kulitnya yang kurang putih. Sedemikian rupa sehingga mereka merasa tidak nyaman dalam bergaul atau takut kesulitan mendapatkan pasangan, atau tidak aman dalam berpacaran karena terancam banyak saingan.

“GUE GAK PEDE KALO KULIT GUE NGGAK LEBIH PUTIH, ATAU MINIMAL, NGGAK SEPUTIH CEWEK LAIN. LAGIAN COWOK SEKARANG DEMENNYA SAMA CEWEK PUTIH DAN LANGSING,……”

Begitulah, agaknya ada beberapa alasan mereka ingin berkulit lebih putih. Pertama, Masalah Pergaulan. Seperti telah kita ketahui, yang menjadi tolak ukur kecantikan sekarang adalah kulit putih dan tubuh langsing. Sehingga kalau kedua factor tadi tidak ada dalam diri, terasa ada yang kurang, ada yang kalah, takut digunjingkan, dan dikucilkan dalam dunia gaul. Kedua, masalaha menarik perhatian lawan jenis. Calon do’I kita diperkirakan tidak akan mampir, atau tidak bertahan lama karena kulit kurang putih atau ancaman kulit putih wanita lain.

Pertanyaan mendasar adalah: “MENGAPA HARUS PUTIH?” Ya, mengapa tidak pede dengan potensi dan modal dari kita sendiri. Atau sebegitu parahkah diri kita? Lihat deh Shanty dan Tika ProjectP yang  tetep “pede” dengan apa yang telah dianugrahi Tuhan. Atau lihat Oprah Winfrey, yang Hitam nan tajir karena apa adanya. Kalau yang menjadi alasan adalah tren. tapi Bukankah tren selalu berubah-ubah nona?

“Sejak dahulu kaum wanita suka berjam-jam didandani dengan berbagai macam ramuan kecantikan serta kain ketat yang menyiksa hanya untuk dilihat cantik”

Padahal, kalau lelaki sudah terasuki cinta, maka prinsip yang berlaku adalah “Because I Love You” dan bukan “I Love You  because….” Juga banyak sebenarnya factor non fisik yang menjadikan orang sukses dalam bergaul dan membina hubungan seperti; kecerdasan, prestasi, kebaikan, etika, supel, asyik, saling membantu, suka menolong, dan sederet lagi. Dengan begitu, akan muncul apa yg dinamakan inner-beauty. Jadi alasan apa lagi untuk harus merombak kulit jadi putih? [ytr]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s