NGGAK ALAY NGGAK KEREN

NGGAK ALAY NGGAK KEREN

Tadi pagi sebelum beraktivitas, saya menyempatkan diri untuk update status di salah satu akun jejaringan sosial milik saya. Beberapa menit kemudian salah seorang teman saya jaman SD mengomentari status saya. Tulisan yang nyaris tanpa huruf vokal, karena huruf vokal banyak yang diganti dengan angka (menyerupai plat kendaraan), terlalu susah dimengerti, dan perlu waktu yang lebih lama beberapa kali lipat untuk mencernanya daripada tulisan wajar manusia pada umumnya.

Karena saya tidak mau terlalu dipusingkan dengan tulisan tersebut, saya membalas komen teman saya, “kamu nulis apa sih? Tiap komen nggak perlu bayar per karakter aja disingkat banget.”

Beberapa jam kemudian, dia membalas komen saya, intinya dia mengatakan saya tidak keren.

Wah, pikiran anak muda sekarang sudah berubah ya: siapa yang paling bisa merusak bahasa, dialah orang paling 6401 (dibaca gaol) sejagat. Untuk saya sih, daripada harus merusak bahasa sendiri, lebih baik tidak menjadi anak gaul saja deh. Meskipun tidak sebagai anak muda gaul, tetapi masih bisa menggunakan otak, mana yang baik dan mana yang buruk. Lagipula, saya juga tidak mau merepotkan diri sendiri dan orang lain. Merepotkan diri sendiri dalam hal waktu penulisan, akan membutuhkan waktu yang lebih lama daripada menulis tulisan yang wajar-wajar saja. Lalu, juga dapat merepotkan orang lain, karena pembaca perlu lebih memutar otak agar bisa membacanya dengan benar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s