PLAGIARISME..Bolehkah?

PLAGIARISME..Bolehkah?

Seperti itulah diskusi kami, diskusi panjang tanpa titik terang. Sulit terbayang jika ada sebuah kejahatan yang sulit ditindak. Polisi, jaksa, hakim, semua tidak bisa berbuat banyak. Tapi semua itu tercantum dalam undang-undang. Undang-undang pun begitu penuh dengan sifat ambiguitas. Tidak fleksibel. Efektif dan efisien dalam penindakan kasusnya. Semua itu dibahas dalam forum diskusi matpel bahasa Indonesia pagi tadi. Sulit mencari titik temu antara pemakalah dengan peserta. Diskusi berjalan alot. Tapi semua berjalan begitu saja. dan Berakhir dengan bel istirahat. Namun demikian saya mencoba menarik pokok diskusi panjang pagi tadi.

Memang Sifat dari manusia yang dimana mempunyai kegiatan yang condong mengikuti karya orang lain. Namun apabila salah kaprah akan berujung pada pelanggaran. Bisa disebut pelanggaran HAM. Bisa disebut pelanggaran Hak Cipta. Bisa disebut pelanggaran hak intelektual. Bisa juga dikatakan cyber crime karna pada umumnya setiap yang melakukannya adalah mereka penggiat Internet. Ada dua mekanisme dalam kejahatan ini, yaitu disengaja dan tanpa disengaja. Tidak masalah apabila dilakukan tanpa sengaja. Yaitu mereka yang masih pemula. Namun masalah yang disorot ialah apabila dilakukan secara sengaja tanpa hati nurani. Kami semua sepakat menamainya Plagiarisme. Adapun yang melakukannya  kami panggil Plagiator.

Contoh saja, banyak blog atau situs yang memuat tulisan atau postingan secara copas (copy & paste). Kalau saja menyebutkan sumber atau linknya. tidak masalah, bahkan justru si penulis akan berterima kasih karena sudah menyebarkannya. tapi bagaimana kalau tidak? itu baru namanya plagiarisme.

Banyak orang yang membuat blog atau mempunyai blog tapi tidak mempush-up kemampuan menulisnya, sedangkan blog sebenarnya haruslah up to date, akhirnya mereka hanya bisa meng-copy paste tulisan orang lain. Boleh? Boleh saja, asalkan menyebutkan sumber atau linknya sehingga pembaca tahu bahwa tulisan itu bukan karangan kita.

Kalau tidak menyebutkan sumbernya, itulah plagiarisme pada hakikatnya.

Namun demikian, dengan tidak melakukan plagiat itu merupakan penghargaan atas hasil karya orang lain. Kekayaan intelektual ini sebenarnya telah dijamin dengan adanya undang-undang Hak Cipta dan Hak Kekayaan Intelektual  yang sering disebut dengan HaKI. Dengan adanya undang-undang ini sangat membantu para kreator-kreator negeri ini agar bisa berkembang tanpa ada hama yang bernama plagiator. (ytr)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s