Antara SMANSA, Pencuri, dan Helmku…

Apes oh apes…
Ada saja kelakuan maling. Tidak bisa maling motor ehh helmnya diembat juga. Kejadian ini saya alami hari ini, Sabtu 10 Maret 2012, kehilangan helm di sekolah saya, di halaman parkir SMAN 1 Balikpapan (selanjutnya dibaca smansa). Entah apa yang ada di benak pikiran si maling hingga helm saya di congkel dari jok motor. Padahal saya memarkirkan kendaraan saya di depan gerbang sekolah. Otomatis lokasi parkir motor saya sangat tidak strategis bagi seorang residivis pencuri helm. kecuali bagi profesional yang telah lama menggeluti bidang maling helm.

Memang belakangan ini smansa kurang aman dan banyak berita kehilangan. mulai dari teman saya yang kehilangan Harddisk drive, kehilangan Laptop & notebook, kehilangan dompet beserta isinya, kehilangan uang, kehilangan Handphone, sampai pada mereka yang kehilangan helm juga seperti saya. Sungguh Ironi jika smansa yang berpredikat sekolah terbaik di Kalimantan Timur, karakter siswa-siswi di dalamnya masih sama dengan mereka yang tidak sekolah. Saya khawatir jika tidak dicegah, smansa akan melahirkan lulusan yang berpredikat residivis pencuri. ketika ditanya pada polisi, kamu asal sekolah mana? Dia menjawab, “saya dari smansa”. Duh, mau dibawa kemana smansa jika melahirkan generasi seperti ini. Itu untuk pada skala kecil yaitu mencuri. bagaimana jika ada alumnus smansa yang telah menjadi pejabat, terbukti bersalah mencuri uang rakyat (re:koruptor). saya bersyukur sampai saat ini belum ada berita media yang mengabarkan alumnus smansa yang menjadi pencuri uang rakyat.

Ini harusnya menjadi bahan pertimbangan bagi semua stakeholder dalam ruang lingkup smansa. Kepala sekolah selaku pemilik otoritas tertinggi di smansa diharapkan membuat kebijakan baru sebagai upaya preventif terhadap aksi curi mencuri di smansa. Kasian siswa-siswi yang notabene lulusan terbaik di SMP dan terbaik di Balikpapan bahkan Kalimantan Timur, berperangai layaknya pencuri.  Pendidikan karakter atau character building bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga remaja khususnya pelajar. Saya yakin bahwa  pendidikan karakter di sekolah saya sudah berjalan tapi saya lebih yakin jika akhir-akhir ini program tersebut belum memenuhi target atau capaian. Terbukti dengan banyaknya berita kehilangan di sekolah ini.

Ini semua demi nama baik smansa dan kota Balikpapan. saya harap tidak ada lagi berita kehilangan yang saya dengar di smansa. Mari kita mulai dengan waspada terhadap pencurian yang ada di sekolah. Saya teringat dengan perkataan bang napi yang telah lama tidak menghiasi berita kriminal di televisi.

Kejahatan tidak selalu terjadi hanya karena niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah, waspadalah!

Dan pada akhirnya sore ini saya harus pulang tanpa pengaman kepala. untung saja tidak bertemu polisi lalu lintas dan saya selamat sampai rumah. Saya juga harus menanggung kemarahan adik saya, karena helm yang saya pakai sebenarnya adalah helm dia. hehe maafkan daku adinda.. salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s