Ini Ceritaku Bersama Gurunda Fauzan Rakhman

Jangan menghayal-hayal apa yang kita inginkan, tapi maksimalkan apa yang kita bisa

Itulah perkataan guru saya pada kajian bisnis pagi ini. Fauzan Rakhman namanya, seorang pengusaha sukses, motivator dan inspirator bagi saya. Alumnus smansa 2005 dan bukan alumnus fkpm. Baru saja bertatap muka selama 2 hari sudah membuat saya penasaran tentang ilmu yang beliau miliki. Ilmu yang tentunya membuat saya tergugah dan meningkatkan gairah hidup saya. saya pun tertarik untuk kembali duduk dalam majelis, mendengarkan dan menyimak kajian beliau pagi ini.

Jujur, Saya menghadiri kajian bisnis tersebut bukan karena murni saya ingin menjadi pengusaha atau enterpreneur tapi hanya karena ingin mendapatkan sesuatu di luar ilmu bisnis dan jual-menjual. Untuk urusan menjadi pengusaha, saya belum mendapat panggilan jiwa untuk terjun langsung dalam dunia usaha.

Diawali dengan pagi gerimis, saya baru bangun pukul 09.15 WITA. Saya pikir saya sudah terlambat untuk mengikuti kajian yang awalnya direncanakan pukul 09.00 WITA.  Namun daripada tidak sama sekali lebih baik saya terlambat. sehingga saya bergegas masuk kamar mandi dan mandi bebek pun dimulai. saya pun berangkat dengan tergesa-gesa tanpa memperdulikan bahwa saya belum sarapan pagi ini. sebuah kebiasaan yang tidak biasa bagi saya.

Sesampai di kediaman tuan rumah saya disambut ramah oleh Mba Nisa, seorang yang memberikan saya informasi tentang kajian bisnis yang diadakan hari ini. Di dalam rumah tersebut sudah ada beberapa orang Ikhwan dan Akhwat dan tentunya juga bang fauzan yang sudah  rapi duduk di sudut ruangan. Tanpa ragu saya menyalami satu persatu seraya melempar senyum pertanda saya gembira bisa hadir dalam kajian tersebut. Dan tanpa sadar saya adalah peserta termuda dalam kajian tersebut. Minder juga sih awalnya. Tapi tak apalah demi ilmu apa sih yang tidak.

Kajian pun dimulai dan ternyata saya belum terlambat. Alhamdulillah, ternyata saya bisa menyimak secara keseluruhan dan tidak ada yang tertinggal.

Dimulai dengan doa dan shalawat kajian pun berlangsung sesuai alur yang ditentukan oleh Allah. Secara powerfull bang fauzan menyampaikan kiat-kiat memulai bisnis dan usaha. Saya sedikit tidak mengerti ketika penjelasan tentang dunia usaha disampaikan. Maklumlah, saya belum mendapat panggilan jiwa untuk jadi pengusaha hehe.

Namun yang membuat saya tertarik adalah pernyataan beliau yang kurang lebih seperti ini.

Bisnis dengan uang sendiri memang enak, tapi lebih enak jika kita memulai bisnis dengan uang orang lain…

Saya jadi teringat ketika masih menjadi pengurus harian fkpm, mengadakan sebuah event syiar tanpa mengeluarkan sepersen uang dari kocek sendiri. Memang benar rasanya nikmat, tapi tanggung jawabnya juga luar biasa besar. Alhamdulillah selama memakai uang umat, di fkpm belum ada berita acara penggelapan uang dan semua berjalan sesuai harapan tanpa ada kecurigaan terhadap kami pengurus harian fkpm.

Dan yang terakhir, beliau menyampaikan “Ketika kita berhasil memulai usaha apapun itu, ingatlah kita memulai dari Allah dan berproses pada Allah, maka sisihkan kepada mereka yang berhak dan membutuhkan”

Saya belajar banyak dengan beliau hari ini, semoga proses pembelajaran ini masih tetap bisa berlanjut demi kenaikan level diri. Dan semoga bang fauzan bisa terus istiqomah menginspirasi khalayak banyak.

Terima kasih gurunda, saya belajar banyak dari anda, @FauzanMaliQ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s