Seni Ketergantungan Manusia pada Cinta

Bandung, 17 Maret 2013

Inilah rahasia dari peringatan Allah dalam Al-Quran. Apa pun dan siapa pun setiap saat dapat menjadi musuh bagi kita. Musuh itu ialah ketergantungan kita kepada orang yang kita cintai. ketergantungan jiwa yang membawa petaka.

Cinta yang memiliki ketergantungan itu tidak akan pernah terkonversi menjadi kekuatan seorang. tapi dia mengendap di dasar hati. menyisakan noda-noda yang juga menipiskan kecintaannya kepada Tuhannya.

Kebaikan jasa orang tua, membuat kita takut ditinggalkan mereka. Kecintaan terhadap barang membuat kita takut barang itu dirusak. bahkan, Kecantikan paras pasangan membuat kita takut mengalami perpisahan.

Itulah sebabnya Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah memerintahkan anaknya untuk menceraikan istrinya. perintah itu karena tak inginnya seorang Abu bakar melihat anaknya mencintai istrinya melebihi cintanya kepada Tuhannya. Maka hal serupa juga terjadi pada Umar bin Khattab yang menyuruh anaknya untuk menceraikan istrinya dengan alasan yang sama.

Anis Matta berkata dalam bukunya, “Jagalah jarak mu terhadap siapapun yang engkau cintai. Sebab kita tak akan pernah selalu bersama setiap saat”

Ketergantungan kepada seorang bukanlah sifat hakiki kita. Dia-lah yang menjadi tempat kita bergantung. jangan sampai manusia menjadi sumber kita berharap. sebab keberharapan itu sifatnya semu. Kekuatan jiwa yang MahaDahsyat ada di Rabb pencipta alam semesta. dan Kecintaan terhadap Tuhan harusnya berada di atas segala-galanya.

Mencintai memang mudah, namun mencintai orang yang tepat adalah perkara paling sulit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s