Secuil Pembelajaran Tentang Politik Dan Kekuasaan

1615343171_f30f896671

Bandung, 3 Januari 2013. Beberapa hari belakangan ini saya tertarik membaca buku bertemakan politik dan kekuasaan. Selain karena kita telah memasuki tahun perhelatan politik, ini juga menjadi pelajaran bagi saya agar siap untuk terjun di ranah politik kampus yang katanya seru. hehe

Saya tumbuh dan kembang dari keluarga yang antusias terhadap politik. Mamah (sapaan akrab saya) merupakan kader salah satu partai besar di Indonesia. Mamah sibuk sekali. Saya saja kalau sedang berada di rumah sering kewalahan melihatnya bolak-balik keluar rumah. Sedangkan ayahanda, karena beliau tertuntut dalam pekerjaan yang membutuhkan mobilitas yang tinggi, jadi beliau hanya mendukung langkah politik mamah saja.

Di luar itu, ada hal yang menarik jika kita menelaah dari sejarah politik dunia. Sebenarnya juga tak perlu jauh-jauh belajar tentang politik dunia, Indonesia pun mempunyai dramanya sendiri tentang alur sejarah politiknya.

Dalam sejarah dunia, seorang diktator tidak pernah mempersiapkan regenerasi kepemimpinan bangsanya, sehingga ini menyebabkan setiap ada rezim yang tumbang, maka kita dapat menyaksikan kepemimpinan berikutnya lemah. Lemah bukan karena tidak dapat diatasi, melainkan akibat dari kondisi yang tidak stabil yang menghinggapi negara tersebut. Hal ini juga pernah dirasakan oleh Indonesia setelah tumbangnya rezim orde baru.

Pernah ada yang memprediksi waktu itu rezim Pak Harto akan jatuh pada tahun 2008. Namun itu justru didahului oleh resesi ekonomi yang terjadi lebih awal pada tahun 1997-1998. Melihat kekhawatiran masyarakat dan elemen bangsa lainnya, Mereka sudah tidak sabar untuk menurunkan Pak Harto dari singgasana Presiden RI. Akhirnya, jatuh pula kekuasaan beliau selama kurang lebih tiga dekade itu.

Politik memang diidentikkan untuk meraih kekuasaan. Namun kekuasaan itu tidak boleh digenggam oleh sembarang orang. Kekuasaan haruslah digenggam oleh orang yang benar-benar mempunyai kapasitas. Seperti kata Anis Matta, jabatan tidak serta merta membuatmu berkontribusi. Tapi apabila kapasitas yang kita miliki besar, pasti dapat memberika kontribusi meskipun tidak punya jabatan atau kekuasaan.

Selain itu, Politik mestinya dijadikan lahan untuk pengabdian dan aktualisasi diri. Sarana ibadah untuk menjadi insan yang banyak membawa manfaat, bukan karir yang dijadikan sebagai ambisi. Bahaya sekali bila kekuasaan telah dijadikan ladang ambisi memperoleh harta dan wanita. Sudah banyak kasus tertangkap yang melibatkan kekuasaan sebagai pencarian nafkah perut dan sedikit dibawah perut. Kalo sudah begitu urusannya dengan siapa lagi jika bukan dengan KPK atau Polisi.

Lalu bagaimana kemudian tentang citra dari politik yang kejam dan kotor. Yang selama ini kerap diidentikkan dengan berpolitik dengan fitnah dan adu domba? bukankah ini kontradiksi dengan idealisme kita? Dan apa tidak ada jalan lain selain lewat politik?

Perlu diakui bersama bahwa politik bukan satu-satunya jalan untuk melakukan aktualisasi diri. Ada berbagai macam jalan untuk melakukan itu. Tapi, kembalikan lagi apa kita rela panggung politik dipegang oleh orang yang belum mempunyai kapasitas yang cukup? Sarana ini menjadikan sebuah tantangan untuk melakukan perubahan. Karena kitalah generasi muda itu, Agent of change.

Namun, terkait politik itu kotor dan jahat, kita dapat menggunakan prinsip “WHO is the MAN behind the GUN” Siapa orang yang berperan di belakangnya. Artinya adalah, apakah politik itu akan digunakan untuk kebaikan atau keburukan bergantung pada individunya. Mengarah ke perubahan yang positif atau malah destruktif.

Salam @yunusthariq
Mahasiswa MBTI, Universitas Telkom
photo credit by flickr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s