Welcome New Month, Welcome November!

1 November 2012

Bulan baru telah tiba. Saya merasa begitu spesial bila bertemu bulan november. Entah mengapa. apakah karena di bulan ini adalah bulan kelahiran saya. hehe. memang begitu sepertinya. tidak hanya saya saja yang lahir bulan november, ayahanda dan ibunda juga lahir di bulan ini. berbeda sendiri dengan adik saya yang mental jauh lahir di bulan april. hahaha

November kali ini tentu harus lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya. Tapi saya sendiri masih belum menyusun target untuk bulan ini apa.  biasanya memang saya selalu menentukan target-target pribadi secara bulanan. Karena banyak gagalnya, jadi saya lebih banyak mendiamkan target-target tersebut hehe

Tapi ngomong-ngomong bulan november ini identik dengan perjuangan. yah mungkin karena Hari Pahlawan jatuh di bulan november. tepatnya 10 november. mengenai peringatan tersebut saya masih menganggap sebagai seremoni belaka. padahal seharusnya kita yang mengambil tauladan-tauladan dari para pahlawan. mengambil nilai-nilai yang cocok tuk dijadikan sebuah perjuangan. karena bagi saya, hakikat dari seorang pahlawan adalan perjuangannya. dan menjadi ironi juga bagi saya bahwa momen kepahlawanan ini sudah banyak campur tangan orang-orang yang memiliki kepentingan. *loh kok jadi lari kesini*

Tapi sudahlah, November kali ini mari kita jadikan momen untuk bangkit dan berjuang. sesuai dengan profesi dan posisi kita. Saya harap ada perbedaan yang progresif dari diri saya untuk lebih bermanfaat bagi orang lain. Saya harap tak ada tangisan dari orang-orang yang saya sayangi. kalaupun ada, itu adalah tangisan karena bahagia. Saya harap diri ini lebih dekat lagi dengan Tuhannya.
dan saya harap kebahagiaan saya di awal november berujung juga di akhir november.

Welcome New Month, Welcome November
Keep your struggles, cause where there is no struggle, there is no strength.

Salam dari @yunusthariq 🙂

 

Akibat Tanpa Ilmu

Suatu kisah di zaman Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam, ada seorang sahabat terluka di bagian kepala. Dan kemudian di malam harinya sebelum dia terluka dia bermimpi dan akhirnya junub. Karena pada saat itu sedang musim dingin, dia bertanya kepada sahabat lainnya. Apakan ada rukhsah (keringanan) bagiku untuk tidak mandi? Yang ditanya menjawab, Tidak! Maka mandilah sahabat tadi yang sedang dalam keadaan junub sehingga menyebabkan sahabat ini meninggal.

Kemudian sampailah cerita ini ke telinga Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam. Beliau marah besah dan berkata dengan nada tinggi,”Sungguh kalian telah membunuhnya. Semoga kalian diberi balasan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Mengapa kalian tidak bertanya jika tidak mengetahui? Karena sungguh obat dari tidak tahu ialah bertanya”

Kisah yang saya dapat pada saat ceramah tarawih. semoga menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu rajin menuntut ilmu, terlebih dengan ilmu agama agar kita tidak celaka. Dan semoga kita selalu dimudahkan Allah untuk menuntut ilmu dan mengamalkannya. Rabbizidni ilman, warzuqni fahman.. aamiin

@yunusthariq

Ini Ceritaku Bersama Gurunda Fauzan Rakhman

Jangan menghayal-hayal apa yang kita inginkan, tapi maksimalkan apa yang kita bisa

Itulah perkataan guru saya pada kajian bisnis pagi ini. Fauzan Rakhman namanya, seorang pengusaha sukses, motivator dan inspirator bagi saya. Alumnus smansa 2005 dan bukan alumnus fkpm. Baru saja bertatap muka selama 2 hari sudah membuat saya penasaran tentang ilmu yang beliau miliki. Ilmu yang tentunya membuat saya tergugah dan meningkatkan gairah hidup saya. saya pun tertarik untuk kembali duduk dalam majelis, mendengarkan dan menyimak kajian beliau pagi ini.

Jujur, Saya menghadiri kajian bisnis tersebut bukan karena murni saya ingin menjadi pengusaha atau enterpreneur tapi hanya karena ingin mendapatkan sesuatu di luar ilmu bisnis dan jual-menjual. Untuk urusan menjadi pengusaha, saya belum mendapat panggilan jiwa untuk terjun langsung dalam dunia usaha.

Diawali dengan pagi gerimis, saya baru bangun pukul 09.15 WITA. Saya pikir saya sudah terlambat untuk mengikuti kajian yang awalnya direncanakan pukul 09.00 WITA.  Namun daripada tidak sama sekali lebih baik saya terlambat. sehingga saya bergegas masuk kamar mandi dan mandi bebek pun dimulai. saya pun berangkat dengan tergesa-gesa tanpa memperdulikan bahwa saya belum sarapan pagi ini. sebuah kebiasaan yang tidak biasa bagi saya.

Sesampai di kediaman tuan rumah saya disambut ramah oleh Mba Nisa, seorang yang memberikan saya informasi tentang kajian bisnis yang diadakan hari ini. Di dalam rumah tersebut sudah ada beberapa orang Ikhwan dan Akhwat dan tentunya juga bang fauzan yang sudah  rapi duduk di sudut ruangan. Tanpa ragu saya menyalami satu persatu seraya melempar senyum pertanda saya gembira bisa hadir dalam kajian tersebut. Dan tanpa sadar saya adalah peserta termuda dalam kajian tersebut. Minder juga sih awalnya. Tapi tak apalah demi ilmu apa sih yang tidak.

Kajian pun dimulai dan ternyata saya belum terlambat. Alhamdulillah, ternyata saya bisa menyimak secara keseluruhan dan tidak ada yang tertinggal.

Dimulai dengan doa dan shalawat kajian pun berlangsung sesuai alur yang ditentukan oleh Allah. Secara powerfull bang fauzan menyampaikan kiat-kiat memulai bisnis dan usaha. Saya sedikit tidak mengerti ketika penjelasan tentang dunia usaha disampaikan. Maklumlah, saya belum mendapat panggilan jiwa untuk jadi pengusaha hehe.

Namun yang membuat saya tertarik adalah pernyataan beliau yang kurang lebih seperti ini.

Bisnis dengan uang sendiri memang enak, tapi lebih enak jika kita memulai bisnis dengan uang orang lain…

Saya jadi teringat ketika masih menjadi pengurus harian fkpm, mengadakan sebuah event syiar tanpa mengeluarkan sepersen uang dari kocek sendiri. Memang benar rasanya nikmat, tapi tanggung jawabnya juga luar biasa besar. Alhamdulillah selama memakai uang umat, di fkpm belum ada berita acara penggelapan uang dan semua berjalan sesuai harapan tanpa ada kecurigaan terhadap kami pengurus harian fkpm.

Dan yang terakhir, beliau menyampaikan “Ketika kita berhasil memulai usaha apapun itu, ingatlah kita memulai dari Allah dan berproses pada Allah, maka sisihkan kepada mereka yang berhak dan membutuhkan”

Saya belajar banyak dengan beliau hari ini, semoga proses pembelajaran ini masih tetap bisa berlanjut demi kenaikan level diri. Dan semoga bang fauzan bisa terus istiqomah menginspirasi khalayak banyak.

Terima kasih gurunda, saya belajar banyak dari anda, @FauzanMaliQ

Kasihan anak kecil itu kakinya diinjak

kasihan anak kecil itu kakinya diinjak

Sore itu saya seperti biasa melaksanakan shalat maghrib berjamaah di Masjid Ar-Rahman dekat rumah saya. saya datang agak telat sehingga saya mendapat shaf yang paling belakang. yaa, bisa dibilang masbuk. saya masbuk karena harus terlebih dahulu mandi, karena tidak enak apabila makmum lain di masjid tersebut harus mencium bau yang tidak sedap di badan saya.

Tepat di depan saya ada dua anak kecil yang juga sedang shalat berjamaah di masjid. kedua anak tersebut merapatkan shafnya hingga pundak kedua anak itu saling bertemu. namun ada yang berbeda pada anak kecil yang berada di sebelah kanan.  ketika dia ingin menempelkan kaki kanannya ke orang tua sebelah kanannya, orang tua itu tidak mau, kemudian dia tempelkan lagi, dan si orang tua ini bergeser lagi. kejadian itu terus berlangsung sehingga terjadi kejar-kejaran kaki seperti kucing dan tikus sedang kejar-kejaran. kemudian untuk yang kesekian kalinya bocah ini menempelkan lagi kaki kanannya ke kaki kiri si orang tua ini. lalu dengan kesal orang tua itu menginjak kaki bocah ini dan di putar-putarnya. mata saya terbelalak seketika melihat tingkah kekanak-kanakan dari orang tua ini. dan saya tidak dapat membayangkan rasa sakit yang dialami bocah itu.

—————————————————————————————

Kejadian seperti ini juga pernah saya alami beberapa tahun yang lalu. Ketika itu saya ingat sedang melaksanakan shalat dzuhur berjamaah di masjid dekat rumah saya. karena jumlah jamaahnya sedikit, saya berdiri tepat di belakang makmum.

Seperti biasa, Saya selalu memperhatikan rapat dan lurusnya shaf. karena ini merupakan kesempurnaan kita dalam menjalankan shalat berjamaah. kemudian saya rapatkan kaki kanan saya ke bapak-bapak di sebelah kanan saya, tapi dia bergeser, kemudian saya, tempelkan lagi kaki dia, tapi bergeser lagi sampai beberapa kali dan telah sampai pada bagian akhir dari shalat, yaitu tahiyyat akhir, akhirnya bapak tersebut menindih kaki saya dengan pahanya yang besar. bapak tersebut menindihnya dengan penuh tekanan. bagaimana rasanya?

SAAAKIIITT EUUYYY!!

Belajar dari Orang yang Sukses

Balikpapan hari ini cuacanya mendukung sekali untuk bermalas-malasan di rumah. hehe hujan yang cukup melenakan sehingga badan ini ogah untuk beranjak dari tempat tidur. dan anda tahu saya bangun jama berapa tadi? setengah dua belas. ya! new record dalam tidur terlama sepanjang hidup saya. semoga saja ini tidak berkelanjutan. hihi

Setelah mandi, sarapan -maaf, bukan sarapan sebenarnya karena saya bangun teramat siang hihi- dan menuntaskan ibadah, saya melanjutkan membaca buku karangan dari Akbar Zainuddin, Man Jadda wa Jadda. mungkin sebagian dari anda pernah membaca atau pernah tahu akan buku ini. buku ini inspiratif sekali menurut saya karena memuat kisah-kisah dan lantunan kata-kata yang dapat menambah passion hidup saya.

Di chapter ke 3, halaman 231 buku tersebut, dengan judul BELAJAR DARI ORANG YANG SUKSES, saya terhenyak ketika membaca sebuah kutipan yang beliau tulis seperti ini,

Jika kau ingin sukses, bersabarlah seperti Nabi Ayyub
Jangan pernah menyerah seperti Kolonel Sanders,
Jangan lupa bersedekah, Jangan jadi seperti Qarun
Jangan berhenti mencoba seperti Thomas Alfa Edison
Berlatih keras seperti Anna Kournikova
Dan Milikilah mental juara seperti Michael Schummacher 

Sudah menjadi kesepakatan alam semesta atau sudah menjadi hukum alam, bahwa semua orang yang sukses adalah pekerja keras. kinerja mereka teramat luar biasa. berbeda dengan orang-orang pada umumnya. mereka bekerja siang berganti siang dan malam  berganti malam, mengorbankan banyak hal demi tercapainya sebuah cita yaitu kesuksesan.

Nabi Ayyub as adalah seorang nabi yang Allah berikan ujian yg bertubi-tubi kepadanya. mulai pada ujian dengan Allah musnahkan harta kekayaannya, Allah wafatkan anak-anaknya, Allah uji beliau dengan diturunkan berbagai penyakit yang menempel pada sekujur tubuhnya, hingga tiada lagi yang tersisa selain detak jantung dan lidah yang selalu senantiasa berdzikir mengingat Allah SWT. Dan ujian itu berlangsung selama bertahun-tahun. kemudian atas segala kesabaran dan ketabahan nabi ayyub, dengan kekuasaan Allah, Allah hilangkan seketika penyakit tersebut.

Kolonel Sanders, mungkin anda belum terlalu ramah di telinga dengan nama tersebut. tetapi siapa yang tidak mengenal KFC (Kentucky Fried Chicken). KFC adalah waralaba yang sangat besar dan menggurita di seluruh penjuru dunia. Kesuksesan KFC tentunya tidak lepas dari peranan Kolonel Sanders. Dengan ketekunan dan kerja keras yang luar biasa akhirnya Kolonel Sanders dan anak cucunya dapat menikmati buahnya sekarang, KFC demikian besar dan pesat perkembangannya. Lebih dari satu miliar ayam goreng hasil resep Kolonel dinikmati setiap tahunnya. Dan itu tidak hanya di Amerika Utara. Bahkan tersedia hampir di 80 negara di seluruh dunia. termasuk Indonesia.

Thomas Alfa Edison, yang telah banyak menghasilkan berbagai penemuan yang sangat berharga bagi perkembangan umat manusia. mulai dari lampu pijar, Telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak adalah beberapa dari penemuan Edison. ada yang menarik dari edison saat dia ditanya apakah dia tidak bosan dengan kegagalannya, Thomas Alfa Edison menjawab ringan: “Dengan Kegagalan Tersebut, Saya malah mengetahui ribuan cara agar lampu tidak menyala” This Amazing!!

Bagaimana setiap orang sukses menangani berbagai kesulitan dan mencapai jalan sukses, merupakan pelajaran yang berharga yang harusnya kita ambil. masing-masing dari mereka mempunyai cara yang mungkin bisa ditiru sebaga contoh dalam kehidupan. yaa, mungkin tidak semua bisa kita jadikan contoh, tetapi dari semua itu pasti ada benang merah yang bisa kita simpulkan dan lakukan untuk diri kita.

Itu yang saya dapat hari ini. apa yang kamu dapat? (ytr)

Filosofi Logo SEA GAMES 2011

Makna Logo Sea Games 2011

  • Logo utama berupa Burung Garuda dengan filosofi “Garuda Terbang di Atas Alam Indonesia”. Sebagai lambang negara, Burung Garuda di ranah global dikenal luas dan langsung terasosiasikan dengan Indonesia.
  • Secara fisik, Burung Garuda melambangkan kekuatan dan kepak sayapnya merepresentasikan kemegahan atau kejayaan.
  • Pada logo tersebut, bagian kepala diberi guratan warna merah perlambang keberanian, semangat juang, semangat bertanding yang juga mencerminkan nasionalisme. Tarikan guratan hijau berbentuk gunung melambangkan alam pegunungan Indonesia dan guratan gelombang warna biru melambangkan samudera nusantara.
  • Konsepnya, Burung Garuda yang perkasa bak sosok pengayom dan pelindung; terbang tinggi di atas bumi Pertiwi yang kaya akan sumber daya alam hutan, gunung, serta bahari.
    Semangat inilah yang kiranya mampu menginspirasi atlet Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Bangga akan negeri sendiri dan secara sportif bertanding dengan negara – negara sahabat.
  • Sebelas lingkaran kecil berwarna jingga yang membentuk lingkaran besar menyerupai kelopak adalah representasi dari 11 negara peserta

Bolehkah Memilih Pemimpin Wanita?

Bolehkah Memilih Pemimpin Wanita?

Pemilihan kepala negara sama artinya dengan memilih Khalifah pada masa awal kematian Nabi dahulu, semuanya harus tetap mengacu pada aturan main yang ditetapkan oleh Islam.

Didalam Islam, tidak ada pemisahan antara agama dan negara, agama dan politik atau agama dan kepemimpinan, semuanya satu kesatuan. Karena hidup kita ini diatur oleh agama dari hal yang paling kecil sampai pada hal yang terbesar. Hidup adalah tingkah laku, dan tingkah laku dibatasi oleh norma agama termasuk tingkah laku dalam berpolitik.

Seputar Ketentuan Pemimpin wanita :

1.    Tidak ada Nabi dan Rasul wanita

(Nabi dan Rasul adalah refleksi dari pemimpin, baik dalam skala besar maupun dalam skala kecil, dan suka atau tidak suka, mereka adalah contoh, pedoman atau acuan bagi manusia lainnya)

Rujukannya lihat :

“Dan kalau Kami bermaksud menjadikan Rasul itu dari golongan malaikat, tentulah Kami jadikan dia berupa laki-laki.” (Qs.al-An’aam 6:9)

“Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk suatu negeri.”  (Qs. Yusuf 12:109)

“Kami tiada mengutus Rasul-rasul sebelum kamu, melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka. “ (Qs. Al-Anbiyaa’ 21:7)

2.    Imam dalam sholat tidak boleh wanita, kecuali makmumnya juga wanita (berdasarkan Imam Hanafi, Syafi’I, Hambali dan Ja’fari/ Imammiah)

3.    Laki-laki sudah ditetapkan sebagai pemimpin wanita

Rujukannya :

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita.” (Qs. An-Nisaa’ 4:34)

Ayat ini memang konteksnya berbicara seputar rumah tangga, akan tetapi secara logikanya, seorang kepala rumah tangga saja haruslah laki-laki, apalagi seorang kepala negara yang notabene sebagai kepala atau pemimpin dari banyak kepala keluarga lain, maka tidak bisa lain, dia haruslah laki-laki.

“Dan anak laki-laki tidaklah sama dgn anak wanita” (Qs. Ali Imron 3:36)

4.    Hadist :

“Diriwayatkan dari Abu Bakar, katanya : Tatkala sampai berita kepada Rasulullah bahwa orang-orang Persi mengangkat raja puteri Kaisar, Beliau bersabda: Tidak akan pernah beruntung keadaan suatu kaum yang menyerahkan kepemimpinannya pada seorang perempuan.” Diriwayatkan oleh Bukhari, Turmudzi dan an-Nasa’i)

Hadist diatas memang diucapkan oleh Rasul ketika menanggapi kabar dipilihnya seorang wanita, puteri Anusyirwan dari Persi, menjadi pemimpin. Akan tetapi coba perhatikan konteks sabda tsb tidak menyebut bahwa ucapan tsb hy berlaku bagi kerajaan Persi, namun suatu gambaran umum tentang tidak layaknya wanita dijadikan pemimpin dalam suatu bangsa.

Pertanyaan yg timbul …

1.    Bagaimana dgn pemerintahan Ratu Saba’ yang dikenal bernama Balqis ?

– Ratu Balqis menjadi kepala negara, jauh sebelum dia mengenal Islam dan dipercaya kawin dengan Nabi Sulaiman. Setelah dia ditundukkan oleh Sulaiman dan menjadi istrinya, otomatis yang menjadi kepala negara adalah Sulaiman, bukan lagi Balqis.

2.    Apakah Islam melakukan diskriminasi terhadap perempuan ?

– Islam tidak melakukan diskriminasi,

Untuk memimpin suatu negara, orang harus benar-benar total, baik dalam waktu, pikiran maupun resiko dan tanggung jawabnya bahkan terkadang harus rela disibukkan oleh aktifitasnya, menghadiri rapat diberbagai kesempatan, melakukan perjalanan dinas dan seterusnya yang tentu saja sulit dilakukan oleh seorang wanita, karena ia juga harus melayani suami dan anak-anak sebagai tugas utamanya.

“Bagi para wanita, mereka punya hak yg seimbang dgn kewajibannya menurut cara yg benar. Tapi para suami memiliki satu tingkat kelebihan dari istrinya.” (Qs. Al-Baqarah 2:228)

“Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu bertanggung jawab atas kepemimpinanmu. Laki-laki adalah pemimpin dlm keluarganya, dan dia harus mempertanggung jawabkan kepemimpinannya itu. Perempuan adalah pemimpin dlm rumah suaminya dan diapun bertanggung jawab thd kepemimpinannya.” (Hadist Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi dari Ibnu Umar)

Dalam sejarah, Nabi Saw mengikut sertakan wanita dalam medan perang, namun mereka bukan dijadikan umpan peluru, tetapi sebagai prajurit yang bertugas memberikan pertolongan bagi mereka yg terluka seperti dicontohkan oleh Fatimah az-Zahrah puteri Beliau sendiri, kemudian wanita juga mempersiapkan konsumsi seperti dilakukan oleh ‘Aisyah, istri Beliau.

Bahkan Khadijah istri Nabi yang pertama adalah seorang saudagar (pengusaha).

Sesudah Nabi wafat, Khalifah Umar, sahabatnya, mengangkat Ummu As-syifa’ al-Ansyoriah sebagai pengawas dan pengontrol pasar Madinah (kalau sekarang ini mungkin bisa disetarakan dengan kedudukan menteri ekonomi).

Patut dicatat bahwa tugas seorang menteri tidak seberat dan sebesar tanggung jawab tugas kepala negara. Disisi lain, menteri tetap harus bertanggung jawab kepada pemimpinnya, yaitu presiden (dlm istilah agamanya, isteri memiliki tanggung jawab atas kepemimpinannya dalam rumah tangga suaminya).

Itulah contoh dan bentuk emansipasi wanita didalam Islam.

Lalu Bagaimana bila kepala negaranya wanita dan wakilnya pria ?

–    Ini terbalik, alQur’an dan Hadist tidak membenarkan wanita memimpin pria, istri memimpin suami, Imam wanita Makmum laki-laki.

Lalu Bagaimana bila suatu saat sang wakil melengserkan sipemimpin yang sebelumnya adalah wanita ?

–    Tetap saja pada waktu pemilihan pertama, sang pemimpin adalah wanita dan sang wakil adalah laki-laki, tetap bertentangan dengan ajaran Islam.

Kapan kita boleh memilih wanita sbg pemimpin ?

–    Bila sudah tidak ada lagi laki-laki Islam yg mampu jadi pemimpin !

– Bolehkah kita Golput ?

Golput artinya tidak memilih, inipun tidak dibenarkan oleh Islam.

Ali bin Abu Thalib sempat tidak setuju dgn kepemimpinan Abu Bakar pasca kematian Nabi Muhammad. Tetapi itu diawali dgn ketidakpuasan Fatimah az-Zahrah Istri Ali yang juga puteri kesayangan Rasul dengan keputusan politik Abu Bakar terhadap tanah Fadak yang diklaim sebagai warisan Nabi Saw untuk puterinya itu. Namun setelah Fatimah wafat dan dengan pemikiran yang panjang kedepan, enam bulan sesudahnya Ali bin Abu Thalib akhirnya memilih mengikuti kepemimpinan Abu Bakar selaku Khalifah/ kepala negara.

Dalam hal kepemimpinan, Islam secara tegas memberi arahan pada umatnya tentang kriteria dan juga kewajiban untuk melaksanakan pemilihannya. Hal ini telah dinyatakan dalam nash-nash syar’i. Nabi Muhammad Saw bersabda:

Jika ada tiga orang bepergian, hendaknya mereka mengangkat salah seorang di antara mereka menjadi pemimpinnya. (HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah)

Bila untuk sebuah rombongan kafilah saja diwajibkan pengangkatan kepemimpinan sebagai ketua rombongan yang bertanggung jawab terhadap jemaahnya, maka apakah lagi dalam suatu ruang lingkung kenegaraan.

sumber

Setelah SMA Mau Lanjut Kemana?

“Setelah SMA mau lanjut kemana?”

Pertanyaan ini menjadi tidak asing lagi di telinga saya. Hampir di semua sudut smansa, terkhusus siswa yang menginjak bangku kelas XII. Entah pertanyaan itu ditujukan kepada saya atau orang lain. Hati ini menjadi dilematis ketika harus menjawab pertanyaan tersebut. Pertanyaan ini sangatlah sederhana, tapi menjawabnya perlu kecermatan khusus, Karena akan menentukan masa depan seseorang. Mau jadi apa saya esok? apakah Diri ini sudah siap menerima semuanya? apakah Diri ini sudahkah tangguh menghadapi kehidupan perkampusan? Menjadi mandiri secara fisik dan mental? sudahkah siap menerima tanggung jawab profesi sebagai MAHAsiswa? Sebuah status yang diagungkan.

Lulus dari SMA boleh jadi merupakan langkah awal perjuangan nyata dalam menghadapi kehidupan. Yang selama ini kita masih bergantung pada orang tua, mungkin setelah lulus SMA sudah sepantasnya kita mengurangi beban orang tua yang semakin menua. Hidup secara mandiri. Bagi yang memutuskan untuk studi ke perguruan tinggi idaman tentunya harus bersiap-siap untuk berjuang agar dapat diterima. Dan bagi yang memutuskan untuk masuk dalam dunia kerja, pastinya juga harus bersiap-siap agar dapat survive di dunia kerja.

Berikut adalah artikel yang saya temui sewaktu blogwalking. Menarik! silakan disimak.

Saling mencoret seragam sekolah sering kita jumpai. Malah ada yang bertingkah berlebihan, seperti kebut-kebutan dengan sepeda motor dan menyalip bus di depannya tanpa rasa takut.
Semua itu cermin kegembiraan. Ekspresi kegembiraan para lulusan SMA di kota-kota kecil tidak terlalu berlebihan dibandingkan dengan di kota besar, kayak Jakarta. Walaupun demikian maknanya sama aja.

Yang menjadi pertanyaan, apakah luapan kegembiraan itu merupakan akhir dari suatu perjuangan ?? Jawabnya  tentu  aja   TIDAK  !!!,  perjalan kita masih panjang..!!

KEMANA SETELAH SMA ?

UN baru aja lewat, nggak terasa, sudah sekian lama kalian makan bangku sekolahan, akhirnya tiba juga waktu yang dinanti, yah, ninggalin seragam putih abu-abu untuk kemudian menjadi mahasiswa (kalo ngelanjutin ke Perguruan Tinggi).
‘Persimpangan jalan terbuka luas setelah lulus SMA, kalian bebas memiiih mau kemana kalian selanjutnya.

A. LANGSUNG KERJA

“  Kak, saya sudah 12 tahun sekolah dibiayai orang tua, setelah lulus saya berencana langsung kerja”, Silakan aja, nggak ada yang larang kok, tapi biasanya perlakuan dunia kerja terhadap lulusan SMA beda jauh dibandingkan lulusan Perguruan Tinggi. Lagi pula kebijakan Depdiknas terhadap siswa SMA adalah menghasilkan peserta didik yang siap untuk meianjutkan ke pendidikan tinggi, bukan siap memasuki dunia kerja, karna itu saran kami jika kalian mau langsung kerja, coba tambah keterampilan kalian dengan kursus-kursus, atau masuk aja ke BLK. Apa si BLK itu..??? BLK itu adalah Balai Latihan  Kerja yg artinya lembaga pelatihan yg bernaung dibawah Departemen Tenaga Kerja, di tempat ini kalian akan dilatih dan dididik supaya punya keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan kompetensi jabatan kerja yang dibutuhkan di bursa tenaga kerja Karena lembaga ini memang sengaja dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dengan dunia kerja. Dan Kalau emang sudah mantep, silakan aja kamu dateng ke…. BLK Pasar Rebo, Jl. Raya Bogor, Km 23 Telepon 8400761.

B. MENIKAH

Ini sih pilihan orang yang udah kebelet, tapi yah nggak masalah, kalian udah dewasa, kebebasan mengambil keputusan ada di tangan kalian (tapi tentunya, kebebasan yang bertanggung jawab Iho !!) Katanya sih, menikah malah bisa menambah semangat juang, bukannya kami ngajarin Iho, kayaknya, urusan beginian, didiskusiin pada forum yang lain aja yah.

C. JADI PENGACARA

bosen dari SD sampe SMA makan bangku sekolahan mulu, pokoknya, kalau udah lulus, gue mau jadi pengacara aja memang terkadang ada rasa bosen dan jenuh dalam belajar, karena itu yang namanya refresing menjadi suatu keharusan, tapi kalau refresinnya dengan menjadi pengacara (pengangguran banyak acara) jangan sampe dech..!!!

D. KULIAH 

Nah ini sepertinya jalan yang harus kalian tempuh. Di zaman modern sekarang, sekolah “setinggi langit” adalah biasa. Ingin menjadi sarjana, juga hal yang wajar, bahkan menjadi keharusan. Bukan bermaksud kurang menghargai arti sebuah prestasi, tapi terus terang aja, di masyarakat kita gelar sarjana (kuliah) punya bobot gengsi.

Dengan kata lain kalo nggak kuliah, kalo nggak jadi sarjana, gengsi diri bisa melorot di mata teman, saudara dan orang banyak. Apa betul begitu ? Memang anggapan demikian tidak selalu benar. Tapi yang jelas bila kita punya gelar sarjana, kita berpeluang lebih besar dalam hal memperoleh kedudukan dibandingkan dengan yang hanya lulusan SMA. Inilah salah satu alasan kita untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Apalagi nanti, ketika era pasar bebas udah mulai diberlakukan, yang namanya SDM unggul mah, hukumnya kudu dimiliki.
Jangan merasa pesimis bila kita tidak melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.
Keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan dari lulusan PT. Yang jadi masalah adalah, bisa nggak sih kita kuliah di Perguruan Tinggi (yang bermutu) ??. kalau ditanya bisa atau nggak, jawab aja dengan pede, BISA, kenapa NGGAK, tapi tentunya, nggak semudah membalik telapak tangan. Tak segampang mencoret-coret baju ketika lulus UJIAN !!!.
Persoalannya menjadi pelik, terutama ketika harus menentukan, kita mau masuk ke Jurusan apasih di PT??

Nah   disini   yang   perlu   dipertimbangkan  adalah   faktor   Bakat, Minat,  dan kemampuan.
Sikap optimis & berpikir kreatif dalam melihat peluang serta kerja keras akan lebih menentukan seseorang sukses atau tidak dimasa mendatang.

Namun, bisakah kita menjadi salah satu mahasiswa(i) Perguruan Tinggi yang baik jika kita tidak tahu dunia PT secara kongkrit ??. Dari pengalaman, nampaknya kita memerlukan kesiapan secara dini, termasuk kesiapan informasi akan PT yang dituju. Dengan berbekal informasi itu, maka kalian akan lebih mampu melihat secara utuh keadaan riil yang dihadapi.
Keputusan terbaik tentunya akan dapat kalian ambil bila telah memiliki informasi yang memadai. dan mudah-mudahan tulisan ini memberikan segelintir informasi singkat yang dapat dijadikan referensi untuk mengambil keputusan.

1. Bentuk Perguruan Tinggi
Terdapat lima bentuk Perguruan Tinggi, yang dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu :
■    Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan profesional saja, yaitu Politeknik dan Akademi.
■    Perguran Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan profesional dan pendidikan akademik, yaitu Sekolah Tinggi, Institut, dan Universitas.
1.    Akademi
Lembaga PT yang menyelenggarakan pendidikan terapan (profesional) dalam satu cabang ilmu. Contoh :
■    Akademi Kimia Anatis (AKA)
■    Akademi Kepolisian (AKPOL)

2.    Politeknik

Lembaga PT yang menyelenggarakan satuan pendidikan terapan dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus, dengan titik berat kurikulum pada praktek kerja ( 60% praktek, 40% teori) Contoh :

■    Politeknik Negeri Jakarta (Poltek UI)

3.    Sekolah Tinggi
Lembaga PT yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional dalam disiplin ilmu tertentu. Contoh :
■    Sekolah Tinggi Akuntasi Negara (STAN)

4.    Institut
Lembaga PT yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional dalam sekelompok ilmu yang sejenis. Contoh :
■    Institut Teknologi Bandung (ITB) Continue reading