Aku yang pernah menyesal pada kegagalan

Setiap dari manusia pasti pernah menyesal, dan di antara yang menyesal ada yang pernah mengalami kegagalan. aku adalah salah seorangnya. kegagalan yang hampir membuatku malu dan menguji kesejatianku. aneh memang, tapi inilah realita hidupku. gagal mengemban amanah, gagal menggapai impian, gagal untuk berprestasi. yaa seperti itulah kurang lebih

Saya sendiri adalah salah seorang yang sulit bangun dari kegagalan menggapai impian. terkadang suka termenung di pojok kamaran sambil menahan tangis dan teriakan hati. mungkin pada saat itu sisi melankolis saya mulai keluar. tapi entah mengapa dalam hati juga seperti ada yang suka menyemangati seolah ada yang berkata,” Ayo nus! bangkit! lu gak boleh stuck disini-sini terus, masih banyak hal yang bisa elu perbuat daripada merenungi nasib ini. keluar dari zona ini! tersenyumlah kembali! bermimpi lagi! planning lagi! lalu ACTION!”

Itulah yang suka meneriaki dalam batin saya. tidak tahu siapa dia dan dalam wujud apa dia hingga berani meneriaki saya seperti itu. padahal saya adalah salah seorang yang sedikit keras kepala dan kurang terbuka terhadap nasihat maupun masukan. tapi teriakan dalam batin ini justru kuat sekali auranya. Mungkin inikah yang disebut pelita hati?

aku yang pernah menyesal pada kegagalan @adenthoriq

Advertisements

CELOTEHAN WEEKEND

CELOTEHAN WEEKEND 

Ada sebuah nasihat dari seseorang yang pernah terbenak di kepala saya yaitu, “apabila waktu dilewati kita merasakan dengan sukacita, senang dan bahagia maka itu bukanlah suatu hal yang sia-sia”. Saya sepakat dengan doktrin seperti itu. Namun bulan ramadhan ini, saya mengalami sendiri bahwa waktu cepat sekali berlalu, detik berganti detik, menit berganti menit, jam berganti jam, hari berganti hari hingga saat ini memasuki ramadhan ke-13. Bahkan saya sudah tidak sadar bahwa hampir setengah bulan saya dan umat muslim lainnya berpuasa.

Pertanyaan yang muncul disini adalah apakah saya menikmati semua waktu saya? Sehingga waktu dan hari-hari yang telah saya lalui bukan hal yang sia-sia? Ataukah, saya hanya melaluinya dengan biasa-biasa saja? Seperti banyak orang yang mengatakan Time is Running so fast..

Ahh, daripada saya lelah memikirkan hal itu lebih baik saya menikmati saja sisa ramadhan kali ini dengan penuh senang hati dan sebilah kebab babarafi yang menanti saat berbuka nanti. hhmmmmhhh

 MAKNYUS !!!

PLAGIARISME..Bolehkah?

PLAGIARISME..Bolehkah?

Seperti itulah diskusi kami, diskusi panjang tanpa titik terang. Sulit terbayang jika ada sebuah kejahatan yang sulit ditindak. Polisi, jaksa, hakim, semua tidak bisa berbuat banyak. Tapi semua itu tercantum dalam undang-undang. Undang-undang pun begitu penuh dengan sifat ambiguitas. Tidak fleksibel. Efektif dan efisien dalam penindakan kasusnya. Semua itu dibahas dalam forum diskusi matpel bahasa Indonesia pagi tadi. Sulit mencari titik temu antara pemakalah dengan peserta. Diskusi berjalan alot. Tapi semua berjalan begitu saja. dan Berakhir dengan bel istirahat. Namun demikian saya mencoba menarik pokok diskusi panjang pagi tadi.

Memang Sifat dari manusia yang dimana mempunyai kegiatan yang condong mengikuti karya orang lain. Namun apabila salah kaprah akan berujung pada pelanggaran. Bisa disebut pelanggaran HAM. Bisa disebut pelanggaran Hak Cipta. Bisa disebut pelanggaran hak intelektual. Bisa juga dikatakan cyber crime karna pada umumnya setiap yang melakukannya adalah mereka penggiat Internet. Ada dua mekanisme dalam kejahatan ini, yaitu disengaja dan tanpa disengaja. Tidak masalah apabila dilakukan tanpa sengaja. Yaitu mereka yang masih pemula. Namun masalah yang disorot ialah apabila dilakukan secara sengaja tanpa hati nurani. Kami semua sepakat menamainya Plagiarisme. Adapun yang melakukannya  kami panggil Plagiator.

Contoh saja, banyak blog atau situs yang memuat tulisan atau postingan secara copas (copy & paste). Kalau saja menyebutkan sumber atau linknya. tidak masalah, bahkan justru si penulis akan berterima kasih karena sudah menyebarkannya. tapi bagaimana kalau tidak? itu baru namanya plagiarisme.

Banyak orang yang membuat blog atau mempunyai blog tapi tidak mempush-up kemampuan menulisnya, sedangkan blog sebenarnya haruslah up to date, akhirnya mereka hanya bisa meng-copy paste tulisan orang lain. Boleh? Boleh saja, asalkan menyebutkan sumber atau linknya sehingga pembaca tahu bahwa tulisan itu bukan karangan kita.

Kalau tidak menyebutkan sumbernya, itulah plagiarisme pada hakikatnya.

Namun demikian, dengan tidak melakukan plagiat itu merupakan penghargaan atas hasil karya orang lain. Kekayaan intelektual ini sebenarnya telah dijamin dengan adanya undang-undang Hak Cipta dan Hak Kekayaan Intelektual  yang sering disebut dengan HaKI. Dengan adanya undang-undang ini sangat membantu para kreator-kreator negeri ini agar bisa berkembang tanpa ada hama yang bernama plagiator. (ytr)

Negeri Impian (fiksi)

Negeri Impian (fiksi)

Sahabatku

Aku masih disini

Di negeri berjuta impian

Negeri selembut awan

Negeri yang manis

Luhur, tulus, dan penuh suka cita

Negeri dimana aku selalu merindukanmu

Setiap nafas

Setiap detik

Setiap waktu

Sahabatku

Negeri ini begitu indah

Makmur, subur

Seperti padang permata

Penduduknya ramah, sopan

Dan suka tolong menolong

Mereka begitu terbuka

Semua membuatku senang dan bahagia

Sahabatku

Negeri ini aman sentosa

Siapapun pasti akan merasa nyaman disini

Seperti duduk di sofa

Sahabatku

Di negeriku rumah-rumahnya rapi tersusun

Anak-anak berangkat ke sekolah

Orang tua pergi bekerja

Mencari nafkah yang halal

Semua hidup sehat

Semua hidup rukun dan harmonis

Sahabatku

Aku ternyata baru saja terbangun

Rupanya aku bermimpi

Ternyata disini masih gelap

Kutahu jalan ini panjang dan melelahkan

Tapi pasti ini jalan kemenangan

Di ujung jalan kuyakin pasti ada

Jalan penuh cahaya terang benderang (ytr)