National Exam Threshold

Imperceptibly, time passes so quickly. More or less five months we will face a momentum to move to college: National Examination 2012. The national examination is one of the most important moments in our lives that give wayto the next life step. However, that does not mean we must make burden. Just relax, while trying to add a provision to deal with it, that is to learn and practice questions. For a wise man once said, “success belongs to those that persevere. The action does not alwaysbring intelligence, but there is no intelligence without actions. summit of intelligence can be achieved by a person if he is ready accepts himself “

It is time for managing the time to learn a highly disciplined because discipline is the soulof an intelligence. Discipline could deliver all the people to achieve success and pride.Even though the difficulty comes our way, but the trouble is not what makes us afraid tomove, but that makes us afraid.

As words of the wise, a willingness to ‘win’ is important, but the willingness to prepare isabsolute. Remember, the mind is feeling content about who we are. Stupidity and intelligence come from ourselves. Meanwhile, the mind has the same power with thehands, not to hold the world, but to change it.

Advertisements

Mengapa Saya memilih Planologi?

Mengapa Saya memilih Planologi?

Planologi adalah nama beken dari ilmu perencanaan wilayah dan pengembangan kebijakan pada daerah perkotaan. Mengapa saya berniat memasuki jurusan ini? Inilah jawabannya…

Terdapat suatu proses perubahan dalam dinamika kehidupan kita bermasyarakat, khususnya dalam kurun waktu dua dekade ini, baik dalam konteks internasional dan nasional. Yang saya amati adalah meningginya intensitas urbanism. Yaitu perpindahan masyarakat dari pedesaan menuju ke perkotaan, inilah yang merupakan faktor utama kota-kota besar di tanah air makin menyempit.

Secara global sebagaimana diprediksi oleh liga bangsa-bangsa (re:PBB) jumlah penduduk perkotaan di seluruh dunia pada tahun 2025 yang akan datang akan menembus 60% dari populasi dunia. Ledakan pertumbuhan perkotaan memang menjadi masalah yang serius di Negara negara maju. Sedangkan pertumbuhan yang pesat-pesatnya sedang marak terjadi di Negara berkembang, sebut sajalah Indonesia.

Dalam dua dekade ke depan, diperkirakan jumlah kependudukan perkotaan di Negara berkembang akan mencapai angka 50-60% dari total populasinya. Untuk Indonesia sendiri, jumlah warga negaranya yang tercatat menembus angka 230 juta, yg berarti hampir 130 juta penduduknya menetap di daerah perkotaan. Sehingga dibutuhkannya planner-planner yang idealis & realistis untuk mengatasi fenomena yang terjadi pada bangsa kita.

Perkembangan kependudukan membawa harapan masyarakat dalam konteks peningkatan kebutuhan perumahan, sarana prasana dan fasilitas perkotaan. Ini menjadikan problema yang dilematis dimana intensitas penyediaan fasilitas perkotaan masih belum sebanding dengan permintaan masyarakatnya. Akibatnya timbul problem dalam setiap aspek moral, norma, sosial dan ekonomi. Munculnya kawasan kawasan kumuh dan meningkatnya jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan. Itu semua adalah konsekuensi dari ketidakseimbangan dan disharmonisasi tersebut. Sementara problematika tersebut belum menemui jalan keluarnya, terdapat kecenderungan penguntungan hanya untuk kepentingan kelompok dan individu bukan berorientasi pada keseluruhan masyarakat di dalamnya.

Perubahan permasalahan dalam pembangunan dan konstruksi perkotaan ini sangatlah berdampak terhadap perencanaan yang lebih baik. Sangatlah jelas membutuhkan keahlian dalam bidang perencanaan wilayah yang memadai. Di Indonesia keberadaan planner-plannernya masih menjadi kendala baik secara kuantitas dan kualitas. Inilah yang mendorong saya untuk mempelajari ilmu perencanaan wilayah dan pengembangan kebijakan. Semua itu karena saya ingin berkontribusi secara real dalam pembangunan bangsa, demi terwujudnya negeri yang “baldatun thayyibatun wa rabbun ghaffuur”

Demikian, Semoga segala usaha dan doa saya untuk masuk dalam jurusan ini mendapat ridho dari Yang Maha Kuasa aamiin (ytr)

PLAGIARISME..Bolehkah?

PLAGIARISME..Bolehkah?

Seperti itulah diskusi kami, diskusi panjang tanpa titik terang. Sulit terbayang jika ada sebuah kejahatan yang sulit ditindak. Polisi, jaksa, hakim, semua tidak bisa berbuat banyak. Tapi semua itu tercantum dalam undang-undang. Undang-undang pun begitu penuh dengan sifat ambiguitas. Tidak fleksibel. Efektif dan efisien dalam penindakan kasusnya. Semua itu dibahas dalam forum diskusi matpel bahasa Indonesia pagi tadi. Sulit mencari titik temu antara pemakalah dengan peserta. Diskusi berjalan alot. Tapi semua berjalan begitu saja. dan Berakhir dengan bel istirahat. Namun demikian saya mencoba menarik pokok diskusi panjang pagi tadi.

Memang Sifat dari manusia yang dimana mempunyai kegiatan yang condong mengikuti karya orang lain. Namun apabila salah kaprah akan berujung pada pelanggaran. Bisa disebut pelanggaran HAM. Bisa disebut pelanggaran Hak Cipta. Bisa disebut pelanggaran hak intelektual. Bisa juga dikatakan cyber crime karna pada umumnya setiap yang melakukannya adalah mereka penggiat Internet. Ada dua mekanisme dalam kejahatan ini, yaitu disengaja dan tanpa disengaja. Tidak masalah apabila dilakukan tanpa sengaja. Yaitu mereka yang masih pemula. Namun masalah yang disorot ialah apabila dilakukan secara sengaja tanpa hati nurani. Kami semua sepakat menamainya Plagiarisme. Adapun yang melakukannya  kami panggil Plagiator.

Contoh saja, banyak blog atau situs yang memuat tulisan atau postingan secara copas (copy & paste). Kalau saja menyebutkan sumber atau linknya. tidak masalah, bahkan justru si penulis akan berterima kasih karena sudah menyebarkannya. tapi bagaimana kalau tidak? itu baru namanya plagiarisme.

Banyak orang yang membuat blog atau mempunyai blog tapi tidak mempush-up kemampuan menulisnya, sedangkan blog sebenarnya haruslah up to date, akhirnya mereka hanya bisa meng-copy paste tulisan orang lain. Boleh? Boleh saja, asalkan menyebutkan sumber atau linknya sehingga pembaca tahu bahwa tulisan itu bukan karangan kita.

Kalau tidak menyebutkan sumbernya, itulah plagiarisme pada hakikatnya.

Namun demikian, dengan tidak melakukan plagiat itu merupakan penghargaan atas hasil karya orang lain. Kekayaan intelektual ini sebenarnya telah dijamin dengan adanya undang-undang Hak Cipta dan Hak Kekayaan Intelektual  yang sering disebut dengan HaKI. Dengan adanya undang-undang ini sangat membantu para kreator-kreator negeri ini agar bisa berkembang tanpa ada hama yang bernama plagiator. (ytr)

Negeri Impian (fiksi)

Negeri Impian (fiksi)

Sahabatku

Aku masih disini

Di negeri berjuta impian

Negeri selembut awan

Negeri yang manis

Luhur, tulus, dan penuh suka cita

Negeri dimana aku selalu merindukanmu

Setiap nafas

Setiap detik

Setiap waktu

Sahabatku

Negeri ini begitu indah

Makmur, subur

Seperti padang permata

Penduduknya ramah, sopan

Dan suka tolong menolong

Mereka begitu terbuka

Semua membuatku senang dan bahagia

Sahabatku

Negeri ini aman sentosa

Siapapun pasti akan merasa nyaman disini

Seperti duduk di sofa

Sahabatku

Di negeriku rumah-rumahnya rapi tersusun

Anak-anak berangkat ke sekolah

Orang tua pergi bekerja

Mencari nafkah yang halal

Semua hidup sehat

Semua hidup rukun dan harmonis

Sahabatku

Aku ternyata baru saja terbangun

Rupanya aku bermimpi

Ternyata disini masih gelap

Kutahu jalan ini panjang dan melelahkan

Tapi pasti ini jalan kemenangan

Di ujung jalan kuyakin pasti ada

Jalan penuh cahaya terang benderang (ytr)

HOREE….NAZARUDDIN AKHIRNYA TERTANGKAP

HOREE….NAZARUDDIN AKHIRNYA TERTANGKAP

Sahabat wordpressor, sedikit sharing saya tentang seorang buronan yang belakangan ini membuat dunia politik di Indonesia mendidih. Ya! Berita seputar tertangkapnya Nazaruddin, mungkin berita ini menjadi hot topik di setiap channel berita di layar kaca anda. Ia begitu terkenal. Ia tenar. Namun diatas ketenaran itu ia buka semua aib-aib petinggi-petinggi partai demokrat. Mungkin sebagian orang menganggap benar perkataannya. Sebagian lainnya mengaggap ia berdusta. namun karena begitu pentingnya berita mengenai Nazaruddin sudah begitu terkenal, maka saya coba beritakan sedikit informasi mengenai tertangkapnya Muhammad Nazaruddin yang adalah mantan Bendahara Partai Demokrat.

Menurut berita yang ditayangkan di televisi terutama di Metro TV, TVOne dan juga RCTI, Mohammad Nazarudin tertangkap di Kolombia yaitu tepatnya di kota Cartagena. Sebenarnya beberapa minggu ini, lokasi keberadaan dari Nazaruddin sudah mulai tercium, terutama ketika setelah melakukan chat dengan Iwan Piliang via Skype. Menurut informasi yang didapat, saat itu Nazaruddin terlacak berada di Argentina.
Argentina dan Kolombia adalah negara yang cukup dekat karena berada di satu benua dan satu kawasan Amerika Latin. Nazarrudin tertangkap oleh interpol setelah data dan profilnya menjadi resmi buronan international atas permintaan negara Indonesia. M. Nazaruddin bisa tertangkap walaupun dia mempunyai wajah yang mirip dengan wajah penduduk di Amerika Latin. M. Nazaruddin menggunakan paspor palsu sehingga bisa melenggang lenggok di negara-negara lain. M. Nazaruddin ternyata menggunakan paspor bernama M. Syahruddin.

Dengan tertangkapnya Nazaruddin maka diharapkan kasus yang melibatkan beberapa petinggi negara kita yaitu DPR dan KPK akan segera terungkap. Saat ini tim penjemput yang beranggotakan dari polri dan KPK sedang menjemput beliau.