Memahami Perilaku Organisasi, Konflik dan Perundingan

Konflik merupakan sebuah peristiwa dimana ada satu pihak yang merasa bahwa pihak yang lain telah mempengaruhi secara negatif tentang suatu yang menjadi perhatian pihak pertama. (menurut, Stephen B. Robbins)

Suatu titik pada setiap kegiatan yang tengah berlangsung, bila terjadi suatu interaksi yang “bersilang” maka itu dapat memicu terjadinya konflik antar pihak. Dalam bukunya dijelaskan bahwa konflik meliputi hal berikut ini:

  1. Ketidakcocokan tujuan
  2. Perbedaan penafsiran makna
  3. Ketidaksetujuan berdasarkan perilaku

Konflik juga memiliki proses. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Robbins dalam bukunya.

 Picture1

Menurut Robbins, proses konflik dapat dipahami sebagai sebuah proses yang terdiri atas lima tahapan: potensi pertentangan atau ketidakselarasan, kognisi dan personalisasi, maksud, perilaku, dan hasil.

Continue reading

Journal.is.me Competition: Living for Inspiring, Who is Your Hero?

Journal.is.me merupakan event yang diadakan oleh talent Jurnalistik Bengkel Seni Embun Institut Manajemen Telkom, Bandung pada tahun 2012 ini. Event ini berbentuk kegiatan kompetisi skala nasional secara online, yang meliputi lomba penulisan artikel, fotografi, dan video liputan serta akan ditutup dengan sebuah talkshow inspiratif. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi pemuda di bidang Jurnalistik, baik tertulis, visual, maupun audio visual.

Sebagai penutup rangkaian kompetisi ini, akan diadakan sebuah talkshow inspiratif,  bertema “Nasionalisme” dengan mengusung tagline “Living for Inspiring, who Is Your Hero?” bertepatan dengan diperingatinya Hari Pahlawan pada 10 November . Dengan tema ini, diharapkan dapat meningkatkan wawasan Bangsa tentang kepahlawanan dan membangun kesadaran berpikir kritis tentang kepahlawanan serta menginspirasi banyak pihak.

Salam Jurnalistik
Semangat dan Selamat Berkompetisi!

*Untuk pengumpulan karya lomba Journal.is.me diperpanjang sampai tanggal 25 Oktober 2012.
disadur dari blog journalismeimt.wordpress.com 

Selamat Ber-UAS

Mendekati momen paling menegangkan bagi seluruh pelajar SMA kelas XII se-Balikpapan..
Saya dengan kerendahan hati dan ketulusan hati memohon maaf kepada sahabat-sahabat atas
Segala kesalahan dan kekhilafan saya..

Baik itu perbuatan yang disengaja maupun tidak,
Baik itu secara lisan maupun tulisan,
Baik itu kesalahan dalam skala besar maupun kecil,
Baik itu menyakitkan hati anda maupun tidak..

Semoga dengan momen menjelang UAS ini
kita semakin dekat dengan Allah SWT,
menggantungkan harapan, cita dan urusan  hanya kepada-Nya,
menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas peningkatan intelektualitas diri,
dan tentunya sukses di UAS dengan hasil yang puas…

Kita bisa…
Kita bisa membawa nama baik diri…
Menyenangkan hati orang tua…
Menjaga nama baik sekolah…
dan mengharumkan kota tercinta, Balikpapan…

Selamat menjalankan UAS kawan..
Semoga sukses, berkah dan memuaskan hasilnya..
Salam dariku kawan.. 🙂

Terima Kasihku untuk XII IPA 8 [Bukan Curhat]

Alhamdulillah, Hari ini saya dan teman-teman XII IPA 8 bisa merealisasikan rencana silaturahim ke panti asuhan dan berbagi bingkisan kepada penyapu jalanan. Dengan berbagai kemudahan dan campur tangan Allah serta sumbangsih teman-teman, mulai dari transportasi, komoditi, konsumsi dan kondisi, kegiatan mulia ini berjalan lancar. Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman atas kerjasama dan tawa candanya. saya bahagia hari ini bersama kaliaan…

Terimakasih Uray (si Ketua acara)
Terimakasih Sandhi (si Ketua Kelas)
Terimakasih Uzan
Terimakasih bayu
Terimakasih Jaya
Terimakasih Dana
Terimakasih Nia
Terimakasih ernanda
Terimakasih erni
Terimakasih bob
Terimakasih nugroho
Terimakasih dhynie
Terimakasih utari
Terimakasih ola
Terimakasih safira
Terimakasih ayu
Terimakasih ester
Terimakasih yuda
Terimakasih yohanes
Terimakasih ida
Terimakasih beny
Terimakasih esher
Terimakasih titin
Terimakasih yunisa
Terimakasih herdita
Terimakasih rizal
Terimakasih arif
Terimakasih reiven
Terimakasih agung
Terimakasih ory
Terimakasih ical (yg gak hadir)
Terimakasih vanny
Terimakasih alisa
Terimakasih catur
Terimakasih moko
Terimakasih kukun
Terimakasih kepada bapak-ibu pengasuh panti atas ketersediannya
Terimakasih juga atas doanya adik-adik kami di Panti Asuhan Maryam (May Allah loves you)

Dan satu hal lagi yang saya pelajari hari ini, saya menemukan kesempurnaan dibalik ketidaksempurnaan. Yaitu kesempurnaan hati dibalik keadaan lingkungan yang tidak sempurna. Dan mereka masih bisa TERSENYUM dan TERTAWA… Subhanallaah…

————————————————————————————————————————

Dan saat ini yg saya tunggu adalah foto dokumentasi untuk secepatnya saya posting di blog ini… Kepada teman-teman yg memotret serangkaian acara kita hari ini mohon untuk share fotonya ke sayaaaa….

TERIMA KASIH !!!
salam @adenthoriq

Kasihan anak kecil itu kakinya diinjak

kasihan anak kecil itu kakinya diinjak

Sore itu saya seperti biasa melaksanakan shalat maghrib berjamaah di Masjid Ar-Rahman dekat rumah saya. saya datang agak telat sehingga saya mendapat shaf yang paling belakang. yaa, bisa dibilang masbuk. saya masbuk karena harus terlebih dahulu mandi, karena tidak enak apabila makmum lain di masjid tersebut harus mencium bau yang tidak sedap di badan saya.

Tepat di depan saya ada dua anak kecil yang juga sedang shalat berjamaah di masjid. kedua anak tersebut merapatkan shafnya hingga pundak kedua anak itu saling bertemu. namun ada yang berbeda pada anak kecil yang berada di sebelah kanan.  ketika dia ingin menempelkan kaki kanannya ke orang tua sebelah kanannya, orang tua itu tidak mau, kemudian dia tempelkan lagi, dan si orang tua ini bergeser lagi. kejadian itu terus berlangsung sehingga terjadi kejar-kejaran kaki seperti kucing dan tikus sedang kejar-kejaran. kemudian untuk yang kesekian kalinya bocah ini menempelkan lagi kaki kanannya ke kaki kiri si orang tua ini. lalu dengan kesal orang tua itu menginjak kaki bocah ini dan di putar-putarnya. mata saya terbelalak seketika melihat tingkah kekanak-kanakan dari orang tua ini. dan saya tidak dapat membayangkan rasa sakit yang dialami bocah itu.

—————————————————————————————

Kejadian seperti ini juga pernah saya alami beberapa tahun yang lalu. Ketika itu saya ingat sedang melaksanakan shalat dzuhur berjamaah di masjid dekat rumah saya. karena jumlah jamaahnya sedikit, saya berdiri tepat di belakang makmum.

Seperti biasa, Saya selalu memperhatikan rapat dan lurusnya shaf. karena ini merupakan kesempurnaan kita dalam menjalankan shalat berjamaah. kemudian saya rapatkan kaki kanan saya ke bapak-bapak di sebelah kanan saya, tapi dia bergeser, kemudian saya, tempelkan lagi kaki dia, tapi bergeser lagi sampai beberapa kali dan telah sampai pada bagian akhir dari shalat, yaitu tahiyyat akhir, akhirnya bapak tersebut menindih kaki saya dengan pahanya yang besar. bapak tersebut menindihnya dengan penuh tekanan. bagaimana rasanya?

SAAAKIIITT EUUYYY!!

Belajar dari Orang yang Sukses

Balikpapan hari ini cuacanya mendukung sekali untuk bermalas-malasan di rumah. hehe hujan yang cukup melenakan sehingga badan ini ogah untuk beranjak dari tempat tidur. dan anda tahu saya bangun jama berapa tadi? setengah dua belas. ya! new record dalam tidur terlama sepanjang hidup saya. semoga saja ini tidak berkelanjutan. hihi

Setelah mandi, sarapan -maaf, bukan sarapan sebenarnya karena saya bangun teramat siang hihi- dan menuntaskan ibadah, saya melanjutkan membaca buku karangan dari Akbar Zainuddin, Man Jadda wa Jadda. mungkin sebagian dari anda pernah membaca atau pernah tahu akan buku ini. buku ini inspiratif sekali menurut saya karena memuat kisah-kisah dan lantunan kata-kata yang dapat menambah passion hidup saya.

Di chapter ke 3, halaman 231 buku tersebut, dengan judul BELAJAR DARI ORANG YANG SUKSES, saya terhenyak ketika membaca sebuah kutipan yang beliau tulis seperti ini,

Jika kau ingin sukses, bersabarlah seperti Nabi Ayyub
Jangan pernah menyerah seperti Kolonel Sanders,
Jangan lupa bersedekah, Jangan jadi seperti Qarun
Jangan berhenti mencoba seperti Thomas Alfa Edison
Berlatih keras seperti Anna Kournikova
Dan Milikilah mental juara seperti Michael Schummacher 

Sudah menjadi kesepakatan alam semesta atau sudah menjadi hukum alam, bahwa semua orang yang sukses adalah pekerja keras. kinerja mereka teramat luar biasa. berbeda dengan orang-orang pada umumnya. mereka bekerja siang berganti siang dan malam  berganti malam, mengorbankan banyak hal demi tercapainya sebuah cita yaitu kesuksesan.

Nabi Ayyub as adalah seorang nabi yang Allah berikan ujian yg bertubi-tubi kepadanya. mulai pada ujian dengan Allah musnahkan harta kekayaannya, Allah wafatkan anak-anaknya, Allah uji beliau dengan diturunkan berbagai penyakit yang menempel pada sekujur tubuhnya, hingga tiada lagi yang tersisa selain detak jantung dan lidah yang selalu senantiasa berdzikir mengingat Allah SWT. Dan ujian itu berlangsung selama bertahun-tahun. kemudian atas segala kesabaran dan ketabahan nabi ayyub, dengan kekuasaan Allah, Allah hilangkan seketika penyakit tersebut.

Kolonel Sanders, mungkin anda belum terlalu ramah di telinga dengan nama tersebut. tetapi siapa yang tidak mengenal KFC (Kentucky Fried Chicken). KFC adalah waralaba yang sangat besar dan menggurita di seluruh penjuru dunia. Kesuksesan KFC tentunya tidak lepas dari peranan Kolonel Sanders. Dengan ketekunan dan kerja keras yang luar biasa akhirnya Kolonel Sanders dan anak cucunya dapat menikmati buahnya sekarang, KFC demikian besar dan pesat perkembangannya. Lebih dari satu miliar ayam goreng hasil resep Kolonel dinikmati setiap tahunnya. Dan itu tidak hanya di Amerika Utara. Bahkan tersedia hampir di 80 negara di seluruh dunia. termasuk Indonesia.

Thomas Alfa Edison, yang telah banyak menghasilkan berbagai penemuan yang sangat berharga bagi perkembangan umat manusia. mulai dari lampu pijar, Telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak adalah beberapa dari penemuan Edison. ada yang menarik dari edison saat dia ditanya apakah dia tidak bosan dengan kegagalannya, Thomas Alfa Edison menjawab ringan: “Dengan Kegagalan Tersebut, Saya malah mengetahui ribuan cara agar lampu tidak menyala” This Amazing!!

Bagaimana setiap orang sukses menangani berbagai kesulitan dan mencapai jalan sukses, merupakan pelajaran yang berharga yang harusnya kita ambil. masing-masing dari mereka mempunyai cara yang mungkin bisa ditiru sebaga contoh dalam kehidupan. yaa, mungkin tidak semua bisa kita jadikan contoh, tetapi dari semua itu pasti ada benang merah yang bisa kita simpulkan dan lakukan untuk diri kita.

Itu yang saya dapat hari ini. apa yang kamu dapat? (ytr)

Filosofi Logo SEA GAMES 2011

Makna Logo Sea Games 2011

  • Logo utama berupa Burung Garuda dengan filosofi “Garuda Terbang di Atas Alam Indonesia”. Sebagai lambang negara, Burung Garuda di ranah global dikenal luas dan langsung terasosiasikan dengan Indonesia.
  • Secara fisik, Burung Garuda melambangkan kekuatan dan kepak sayapnya merepresentasikan kemegahan atau kejayaan.
  • Pada logo tersebut, bagian kepala diberi guratan warna merah perlambang keberanian, semangat juang, semangat bertanding yang juga mencerminkan nasionalisme. Tarikan guratan hijau berbentuk gunung melambangkan alam pegunungan Indonesia dan guratan gelombang warna biru melambangkan samudera nusantara.
  • Konsepnya, Burung Garuda yang perkasa bak sosok pengayom dan pelindung; terbang tinggi di atas bumi Pertiwi yang kaya akan sumber daya alam hutan, gunung, serta bahari.
    Semangat inilah yang kiranya mampu menginspirasi atlet Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Bangga akan negeri sendiri dan secara sportif bertanding dengan negara – negara sahabat.
  • Sebelas lingkaran kecil berwarna jingga yang membentuk lingkaran besar menyerupai kelopak adalah representasi dari 11 negara peserta

Selamat Hari Raya Idul Adha 1432 H

Sahabat sekalian…..tidak banyak kata yang bisa saya ucapkan selain rasa gembira dan syukur kita telah bisa diberi kesempatan untuk merayakan hari raya korban (Idul Adha). Hari ini menandakan akhir dari ibadah haji di mana hewan kurban disembelih oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Karena itu….. Yunus Thariq Rizky mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1432 H kepada sahabat sekalian semua diseluruh tanah air. Semoga Allah senantiasa memberikan iman, menerima kurban dan memberikan kita hikmah untuk meneladani ajaran Nabi Ibrahim dan baginda rasul Nabi kita Muhammad SAW. Aamiin….(ytr)

Setelah SMA Mau Lanjut Kemana?

“Setelah SMA mau lanjut kemana?”

Pertanyaan ini menjadi tidak asing lagi di telinga saya. Hampir di semua sudut smansa, terkhusus siswa yang menginjak bangku kelas XII. Entah pertanyaan itu ditujukan kepada saya atau orang lain. Hati ini menjadi dilematis ketika harus menjawab pertanyaan tersebut. Pertanyaan ini sangatlah sederhana, tapi menjawabnya perlu kecermatan khusus, Karena akan menentukan masa depan seseorang. Mau jadi apa saya esok? apakah Diri ini sudah siap menerima semuanya? apakah Diri ini sudahkah tangguh menghadapi kehidupan perkampusan? Menjadi mandiri secara fisik dan mental? sudahkah siap menerima tanggung jawab profesi sebagai MAHAsiswa? Sebuah status yang diagungkan.

Lulus dari SMA boleh jadi merupakan langkah awal perjuangan nyata dalam menghadapi kehidupan. Yang selama ini kita masih bergantung pada orang tua, mungkin setelah lulus SMA sudah sepantasnya kita mengurangi beban orang tua yang semakin menua. Hidup secara mandiri. Bagi yang memutuskan untuk studi ke perguruan tinggi idaman tentunya harus bersiap-siap untuk berjuang agar dapat diterima. Dan bagi yang memutuskan untuk masuk dalam dunia kerja, pastinya juga harus bersiap-siap agar dapat survive di dunia kerja.

Berikut adalah artikel yang saya temui sewaktu blogwalking. Menarik! silakan disimak.

Saling mencoret seragam sekolah sering kita jumpai. Malah ada yang bertingkah berlebihan, seperti kebut-kebutan dengan sepeda motor dan menyalip bus di depannya tanpa rasa takut.
Semua itu cermin kegembiraan. Ekspresi kegembiraan para lulusan SMA di kota-kota kecil tidak terlalu berlebihan dibandingkan dengan di kota besar, kayak Jakarta. Walaupun demikian maknanya sama aja.

Yang menjadi pertanyaan, apakah luapan kegembiraan itu merupakan akhir dari suatu perjuangan ?? Jawabnya  tentu  aja   TIDAK  !!!,  perjalan kita masih panjang..!!

KEMANA SETELAH SMA ?

UN baru aja lewat, nggak terasa, sudah sekian lama kalian makan bangku sekolahan, akhirnya tiba juga waktu yang dinanti, yah, ninggalin seragam putih abu-abu untuk kemudian menjadi mahasiswa (kalo ngelanjutin ke Perguruan Tinggi).
‘Persimpangan jalan terbuka luas setelah lulus SMA, kalian bebas memiiih mau kemana kalian selanjutnya.

A. LANGSUNG KERJA

“  Kak, saya sudah 12 tahun sekolah dibiayai orang tua, setelah lulus saya berencana langsung kerja”, Silakan aja, nggak ada yang larang kok, tapi biasanya perlakuan dunia kerja terhadap lulusan SMA beda jauh dibandingkan lulusan Perguruan Tinggi. Lagi pula kebijakan Depdiknas terhadap siswa SMA adalah menghasilkan peserta didik yang siap untuk meianjutkan ke pendidikan tinggi, bukan siap memasuki dunia kerja, karna itu saran kami jika kalian mau langsung kerja, coba tambah keterampilan kalian dengan kursus-kursus, atau masuk aja ke BLK. Apa si BLK itu..??? BLK itu adalah Balai Latihan  Kerja yg artinya lembaga pelatihan yg bernaung dibawah Departemen Tenaga Kerja, di tempat ini kalian akan dilatih dan dididik supaya punya keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan kompetensi jabatan kerja yang dibutuhkan di bursa tenaga kerja Karena lembaga ini memang sengaja dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dengan dunia kerja. Dan Kalau emang sudah mantep, silakan aja kamu dateng ke…. BLK Pasar Rebo, Jl. Raya Bogor, Km 23 Telepon 8400761.

B. MENIKAH

Ini sih pilihan orang yang udah kebelet, tapi yah nggak masalah, kalian udah dewasa, kebebasan mengambil keputusan ada di tangan kalian (tapi tentunya, kebebasan yang bertanggung jawab Iho !!) Katanya sih, menikah malah bisa menambah semangat juang, bukannya kami ngajarin Iho, kayaknya, urusan beginian, didiskusiin pada forum yang lain aja yah.

C. JADI PENGACARA

bosen dari SD sampe SMA makan bangku sekolahan mulu, pokoknya, kalau udah lulus, gue mau jadi pengacara aja memang terkadang ada rasa bosen dan jenuh dalam belajar, karena itu yang namanya refresing menjadi suatu keharusan, tapi kalau refresinnya dengan menjadi pengacara (pengangguran banyak acara) jangan sampe dech..!!!

D. KULIAH 

Nah ini sepertinya jalan yang harus kalian tempuh. Di zaman modern sekarang, sekolah “setinggi langit” adalah biasa. Ingin menjadi sarjana, juga hal yang wajar, bahkan menjadi keharusan. Bukan bermaksud kurang menghargai arti sebuah prestasi, tapi terus terang aja, di masyarakat kita gelar sarjana (kuliah) punya bobot gengsi.

Dengan kata lain kalo nggak kuliah, kalo nggak jadi sarjana, gengsi diri bisa melorot di mata teman, saudara dan orang banyak. Apa betul begitu ? Memang anggapan demikian tidak selalu benar. Tapi yang jelas bila kita punya gelar sarjana, kita berpeluang lebih besar dalam hal memperoleh kedudukan dibandingkan dengan yang hanya lulusan SMA. Inilah salah satu alasan kita untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Apalagi nanti, ketika era pasar bebas udah mulai diberlakukan, yang namanya SDM unggul mah, hukumnya kudu dimiliki.
Jangan merasa pesimis bila kita tidak melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.
Keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan dari lulusan PT. Yang jadi masalah adalah, bisa nggak sih kita kuliah di Perguruan Tinggi (yang bermutu) ??. kalau ditanya bisa atau nggak, jawab aja dengan pede, BISA, kenapa NGGAK, tapi tentunya, nggak semudah membalik telapak tangan. Tak segampang mencoret-coret baju ketika lulus UJIAN !!!.
Persoalannya menjadi pelik, terutama ketika harus menentukan, kita mau masuk ke Jurusan apasih di PT??

Nah   disini   yang   perlu   dipertimbangkan  adalah   faktor   Bakat, Minat,  dan kemampuan.
Sikap optimis & berpikir kreatif dalam melihat peluang serta kerja keras akan lebih menentukan seseorang sukses atau tidak dimasa mendatang.

Namun, bisakah kita menjadi salah satu mahasiswa(i) Perguruan Tinggi yang baik jika kita tidak tahu dunia PT secara kongkrit ??. Dari pengalaman, nampaknya kita memerlukan kesiapan secara dini, termasuk kesiapan informasi akan PT yang dituju. Dengan berbekal informasi itu, maka kalian akan lebih mampu melihat secara utuh keadaan riil yang dihadapi.
Keputusan terbaik tentunya akan dapat kalian ambil bila telah memiliki informasi yang memadai. dan mudah-mudahan tulisan ini memberikan segelintir informasi singkat yang dapat dijadikan referensi untuk mengambil keputusan.

1. Bentuk Perguruan Tinggi
Terdapat lima bentuk Perguruan Tinggi, yang dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu :
■    Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan profesional saja, yaitu Politeknik dan Akademi.
■    Perguran Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan profesional dan pendidikan akademik, yaitu Sekolah Tinggi, Institut, dan Universitas.
1.    Akademi
Lembaga PT yang menyelenggarakan pendidikan terapan (profesional) dalam satu cabang ilmu. Contoh :
■    Akademi Kimia Anatis (AKA)
■    Akademi Kepolisian (AKPOL)

2.    Politeknik

Lembaga PT yang menyelenggarakan satuan pendidikan terapan dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus, dengan titik berat kurikulum pada praktek kerja ( 60% praktek, 40% teori) Contoh :

■    Politeknik Negeri Jakarta (Poltek UI)

3.    Sekolah Tinggi
Lembaga PT yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional dalam disiplin ilmu tertentu. Contoh :
■    Sekolah Tinggi Akuntasi Negara (STAN)

4.    Institut
Lembaga PT yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional dalam sekelompok ilmu yang sejenis. Contoh :
■    Institut Teknologi Bandung (ITB) Continue reading

Mengapa Saya memilih Planologi?

Mengapa Saya memilih Planologi?

Planologi adalah nama beken dari ilmu perencanaan wilayah dan pengembangan kebijakan pada daerah perkotaan. Mengapa saya berniat memasuki jurusan ini? Inilah jawabannya…

Terdapat suatu proses perubahan dalam dinamika kehidupan kita bermasyarakat, khususnya dalam kurun waktu dua dekade ini, baik dalam konteks internasional dan nasional. Yang saya amati adalah meningginya intensitas urbanism. Yaitu perpindahan masyarakat dari pedesaan menuju ke perkotaan, inilah yang merupakan faktor utama kota-kota besar di tanah air makin menyempit.

Secara global sebagaimana diprediksi oleh liga bangsa-bangsa (re:PBB) jumlah penduduk perkotaan di seluruh dunia pada tahun 2025 yang akan datang akan menembus 60% dari populasi dunia. Ledakan pertumbuhan perkotaan memang menjadi masalah yang serius di Negara negara maju. Sedangkan pertumbuhan yang pesat-pesatnya sedang marak terjadi di Negara berkembang, sebut sajalah Indonesia.

Dalam dua dekade ke depan, diperkirakan jumlah kependudukan perkotaan di Negara berkembang akan mencapai angka 50-60% dari total populasinya. Untuk Indonesia sendiri, jumlah warga negaranya yang tercatat menembus angka 230 juta, yg berarti hampir 130 juta penduduknya menetap di daerah perkotaan. Sehingga dibutuhkannya planner-planner yang idealis & realistis untuk mengatasi fenomena yang terjadi pada bangsa kita.

Perkembangan kependudukan membawa harapan masyarakat dalam konteks peningkatan kebutuhan perumahan, sarana prasana dan fasilitas perkotaan. Ini menjadikan problema yang dilematis dimana intensitas penyediaan fasilitas perkotaan masih belum sebanding dengan permintaan masyarakatnya. Akibatnya timbul problem dalam setiap aspek moral, norma, sosial dan ekonomi. Munculnya kawasan kawasan kumuh dan meningkatnya jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan. Itu semua adalah konsekuensi dari ketidakseimbangan dan disharmonisasi tersebut. Sementara problematika tersebut belum menemui jalan keluarnya, terdapat kecenderungan penguntungan hanya untuk kepentingan kelompok dan individu bukan berorientasi pada keseluruhan masyarakat di dalamnya.

Perubahan permasalahan dalam pembangunan dan konstruksi perkotaan ini sangatlah berdampak terhadap perencanaan yang lebih baik. Sangatlah jelas membutuhkan keahlian dalam bidang perencanaan wilayah yang memadai. Di Indonesia keberadaan planner-plannernya masih menjadi kendala baik secara kuantitas dan kualitas. Inilah yang mendorong saya untuk mempelajari ilmu perencanaan wilayah dan pengembangan kebijakan. Semua itu karena saya ingin berkontribusi secara real dalam pembangunan bangsa, demi terwujudnya negeri yang “baldatun thayyibatun wa rabbun ghaffuur”

Demikian, Semoga segala usaha dan doa saya untuk masuk dalam jurusan ini mendapat ridho dari Yang Maha Kuasa aamiin (ytr)