Secuil Pembelajaran Tentang Politik Dan Kekuasaan

1615343171_f30f896671

Bandung, 3 Januari 2013. Beberapa hari belakangan ini saya tertarik membaca buku bertemakan politik dan kekuasaan. Selain karena kita telah memasuki tahun perhelatan politik, ini juga menjadi pelajaran bagi saya agar siap untuk terjun di ranah politik kampus yang katanya seru. hehe

Saya tumbuh dan kembang dari keluarga yang antusias terhadap politik. Mamah (sapaan akrab saya) merupakan kader salah satu partai besar di Indonesia. Mamah sibuk sekali. Saya saja kalau sedang berada di rumah sering kewalahan melihatnya bolak-balik keluar rumah. Sedangkan ayahanda, karena beliau tertuntut dalam pekerjaan yang membutuhkan mobilitas yang tinggi, jadi beliau hanya mendukung langkah politik mamah saja.

Di luar itu, ada hal yang menarik jika kita menelaah dari sejarah politik dunia. Sebenarnya juga tak perlu jauh-jauh belajar tentang politik dunia, Indonesia pun mempunyai dramanya sendiri tentang alur sejarah politiknya.

Dalam sejarah dunia, seorang diktator tidak pernah mempersiapkan regenerasi kepemimpinan bangsanya, sehingga ini menyebabkan setiap ada rezim yang tumbang, maka kita dapat menyaksikan kepemimpinan berikutnya lemah. Lemah bukan karena tidak dapat diatasi, melainkan akibat dari kondisi yang tidak stabil yang menghinggapi negara tersebut. Hal ini juga pernah dirasakan oleh Indonesia setelah tumbangnya rezim orde baru.

Pernah ada yang memprediksi waktu itu rezim Pak Harto akan jatuh pada tahun 2008. Namun itu justru didahului oleh resesi ekonomi yang terjadi lebih awal pada tahun 1997-1998. Melihat kekhawatiran masyarakat dan elemen bangsa lainnya, Mereka sudah tidak sabar untuk menurunkan Pak Harto dari singgasana Presiden RI. Akhirnya, jatuh pula kekuasaan beliau selama kurang lebih tiga dekade itu.

Politik memang diidentikkan untuk meraih kekuasaan. Namun kekuasaan itu tidak boleh digenggam oleh sembarang orang. Kekuasaan haruslah digenggam oleh orang yang benar-benar mempunyai kapasitas. Seperti kata Anis Matta, jabatan tidak serta merta membuatmu berkontribusi. Tapi apabila kapasitas yang kita miliki besar, pasti dapat memberika kontribusi meskipun tidak punya jabatan atau kekuasaan.

Selain itu, Politik mestinya dijadikan lahan untuk pengabdian dan aktualisasi diri. Sarana ibadah untuk menjadi insan yang banyak membawa manfaat, bukan karir yang dijadikan sebagai ambisi. Bahaya sekali bila kekuasaan telah dijadikan ladang ambisi memperoleh harta dan wanita. Sudah banyak kasus tertangkap yang melibatkan kekuasaan sebagai pencarian nafkah perut dan sedikit dibawah perut. Kalo sudah begitu urusannya dengan siapa lagi jika bukan dengan KPK atau Polisi.

Lalu bagaimana kemudian tentang citra dari politik yang kejam dan kotor. Yang selama ini kerap diidentikkan dengan berpolitik dengan fitnah dan adu domba? bukankah ini kontradiksi dengan idealisme kita? Dan apa tidak ada jalan lain selain lewat politik?

Perlu diakui bersama bahwa politik bukan satu-satunya jalan untuk melakukan aktualisasi diri. Ada berbagai macam jalan untuk melakukan itu. Tapi, kembalikan lagi apa kita rela panggung politik dipegang oleh orang yang belum mempunyai kapasitas yang cukup? Sarana ini menjadikan sebuah tantangan untuk melakukan perubahan. Karena kitalah generasi muda itu, Agent of change.

Namun, terkait politik itu kotor dan jahat, kita dapat menggunakan prinsip “WHO is the MAN behind the GUN” Siapa orang yang berperan di belakangnya. Artinya adalah, apakah politik itu akan digunakan untuk kebaikan atau keburukan bergantung pada individunya. Mengarah ke perubahan yang positif atau malah destruktif.

Salam @yunusthariq
Mahasiswa MBTI, Universitas Telkom
photo credit by flickr

Toleransi Bagiku Adalah …..

Bb4pD8OIQAAqbLv

Saudaraku, maaf bila dalam beberapa hal yang berkaitan dengan agama lain, aku bersikap menjaga aman saja. Yah begitulah. Benak pikiranku berkata bahwa aku belum berani untuk ucapkan selamat natal kepada mereka yang berbeda denganku.

Maaf, bukan aku tidak menghargai nilai-nilai toleransi dan humanisme. Namun bagiku agamaku dan keyakinanku dalam hal ketuhanan tidak dapat tergadai dengan berbagai macam alasan.

Karena bagiku toleransi adalah membiarkan umat agama lain melakukan apa  yang mereka yakini tanpa mengganggu aktivitas peribadatannya.

Aku muslim meskipun belum begitu taat namun tetap menolak mengucapkan selamat Natal dan perayaan agama lain. Dan syukur alhamdulillah hingga saat ini aku belum pernah terlibat merayakannya.

Saya harap kalian mengerti maksud dan apa yang saya yakini.

Akhirnya, semoga ini tak melunturkan semangat pertemanan dan persahabatan kita dalam menjalani hari yang penuh damai di negeri Indonesia ini.

picture credit by AlFatihStudios

Aku yang pernah menyesal pada kegagalan

Setiap dari manusia pasti pernah menyesal, dan di antara yang menyesal ada yang pernah mengalami kegagalan. aku adalah salah seorangnya. kegagalan yang hampir membuatku malu dan menguji kesejatianku. aneh memang, tapi inilah realita hidupku. gagal mengemban amanah, gagal menggapai impian, gagal untuk berprestasi. yaa seperti itulah kurang lebih

Saya sendiri adalah salah seorang yang sulit bangun dari kegagalan menggapai impian. terkadang suka termenung di pojok kamaran sambil menahan tangis dan teriakan hati. mungkin pada saat itu sisi melankolis saya mulai keluar. tapi entah mengapa dalam hati juga seperti ada yang suka menyemangati seolah ada yang berkata,” Ayo nus! bangkit! lu gak boleh stuck disini-sini terus, masih banyak hal yang bisa elu perbuat daripada merenungi nasib ini. keluar dari zona ini! tersenyumlah kembali! bermimpi lagi! planning lagi! lalu ACTION!”

Itulah yang suka meneriaki dalam batin saya. tidak tahu siapa dia dan dalam wujud apa dia hingga berani meneriaki saya seperti itu. padahal saya adalah salah seorang yang sedikit keras kepala dan kurang terbuka terhadap nasihat maupun masukan. tapi teriakan dalam batin ini justru kuat sekali auranya. Mungkin inikah yang disebut pelita hati?

aku yang pernah menyesal pada kegagalan @adenthoriq

Terima Kasihku untuk XII IPA 8 [Bukan Curhat]

Alhamdulillah, Hari ini saya dan teman-teman XII IPA 8 bisa merealisasikan rencana silaturahim ke panti asuhan dan berbagi bingkisan kepada penyapu jalanan. Dengan berbagai kemudahan dan campur tangan Allah serta sumbangsih teman-teman, mulai dari transportasi, komoditi, konsumsi dan kondisi, kegiatan mulia ini berjalan lancar. Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman atas kerjasama dan tawa candanya. saya bahagia hari ini bersama kaliaan…

Terimakasih Uray (si Ketua acara)
Terimakasih Sandhi (si Ketua Kelas)
Terimakasih Uzan
Terimakasih bayu
Terimakasih Jaya
Terimakasih Dana
Terimakasih Nia
Terimakasih ernanda
Terimakasih erni
Terimakasih bob
Terimakasih nugroho
Terimakasih dhynie
Terimakasih utari
Terimakasih ola
Terimakasih safira
Terimakasih ayu
Terimakasih ester
Terimakasih yuda
Terimakasih yohanes
Terimakasih ida
Terimakasih beny
Terimakasih esher
Terimakasih titin
Terimakasih yunisa
Terimakasih herdita
Terimakasih rizal
Terimakasih arif
Terimakasih reiven
Terimakasih agung
Terimakasih ory
Terimakasih ical (yg gak hadir)
Terimakasih vanny
Terimakasih alisa
Terimakasih catur
Terimakasih moko
Terimakasih kukun
Terimakasih kepada bapak-ibu pengasuh panti atas ketersediannya
Terimakasih juga atas doanya adik-adik kami di Panti Asuhan Maryam (May Allah loves you)

Dan satu hal lagi yang saya pelajari hari ini, saya menemukan kesempurnaan dibalik ketidaksempurnaan. Yaitu kesempurnaan hati dibalik keadaan lingkungan yang tidak sempurna. Dan mereka masih bisa TERSENYUM dan TERTAWA… Subhanallaah…

————————————————————————————————————————

Dan saat ini yg saya tunggu adalah foto dokumentasi untuk secepatnya saya posting di blog ini… Kepada teman-teman yg memotret serangkaian acara kita hari ini mohon untuk share fotonya ke sayaaaa….

TERIMA KASIH !!!
salam @adenthoriq

Kasihan anak kecil itu kakinya diinjak

kasihan anak kecil itu kakinya diinjak

Sore itu saya seperti biasa melaksanakan shalat maghrib berjamaah di Masjid Ar-Rahman dekat rumah saya. saya datang agak telat sehingga saya mendapat shaf yang paling belakang. yaa, bisa dibilang masbuk. saya masbuk karena harus terlebih dahulu mandi, karena tidak enak apabila makmum lain di masjid tersebut harus mencium bau yang tidak sedap di badan saya.

Tepat di depan saya ada dua anak kecil yang juga sedang shalat berjamaah di masjid. kedua anak tersebut merapatkan shafnya hingga pundak kedua anak itu saling bertemu. namun ada yang berbeda pada anak kecil yang berada di sebelah kanan.  ketika dia ingin menempelkan kaki kanannya ke orang tua sebelah kanannya, orang tua itu tidak mau, kemudian dia tempelkan lagi, dan si orang tua ini bergeser lagi. kejadian itu terus berlangsung sehingga terjadi kejar-kejaran kaki seperti kucing dan tikus sedang kejar-kejaran. kemudian untuk yang kesekian kalinya bocah ini menempelkan lagi kaki kanannya ke kaki kiri si orang tua ini. lalu dengan kesal orang tua itu menginjak kaki bocah ini dan di putar-putarnya. mata saya terbelalak seketika melihat tingkah kekanak-kanakan dari orang tua ini. dan saya tidak dapat membayangkan rasa sakit yang dialami bocah itu.

—————————————————————————————

Kejadian seperti ini juga pernah saya alami beberapa tahun yang lalu. Ketika itu saya ingat sedang melaksanakan shalat dzuhur berjamaah di masjid dekat rumah saya. karena jumlah jamaahnya sedikit, saya berdiri tepat di belakang makmum.

Seperti biasa, Saya selalu memperhatikan rapat dan lurusnya shaf. karena ini merupakan kesempurnaan kita dalam menjalankan shalat berjamaah. kemudian saya rapatkan kaki kanan saya ke bapak-bapak di sebelah kanan saya, tapi dia bergeser, kemudian saya, tempelkan lagi kaki dia, tapi bergeser lagi sampai beberapa kali dan telah sampai pada bagian akhir dari shalat, yaitu tahiyyat akhir, akhirnya bapak tersebut menindih kaki saya dengan pahanya yang besar. bapak tersebut menindihnya dengan penuh tekanan. bagaimana rasanya?

SAAAKIIITT EUUYYY!!

Belajar dari Orang yang Sukses

Balikpapan hari ini cuacanya mendukung sekali untuk bermalas-malasan di rumah. hehe hujan yang cukup melenakan sehingga badan ini ogah untuk beranjak dari tempat tidur. dan anda tahu saya bangun jama berapa tadi? setengah dua belas. ya! new record dalam tidur terlama sepanjang hidup saya. semoga saja ini tidak berkelanjutan. hihi

Setelah mandi, sarapan -maaf, bukan sarapan sebenarnya karena saya bangun teramat siang hihi- dan menuntaskan ibadah, saya melanjutkan membaca buku karangan dari Akbar Zainuddin, Man Jadda wa Jadda. mungkin sebagian dari anda pernah membaca atau pernah tahu akan buku ini. buku ini inspiratif sekali menurut saya karena memuat kisah-kisah dan lantunan kata-kata yang dapat menambah passion hidup saya.

Di chapter ke 3, halaman 231 buku tersebut, dengan judul BELAJAR DARI ORANG YANG SUKSES, saya terhenyak ketika membaca sebuah kutipan yang beliau tulis seperti ini,

Jika kau ingin sukses, bersabarlah seperti Nabi Ayyub
Jangan pernah menyerah seperti Kolonel Sanders,
Jangan lupa bersedekah, Jangan jadi seperti Qarun
Jangan berhenti mencoba seperti Thomas Alfa Edison
Berlatih keras seperti Anna Kournikova
Dan Milikilah mental juara seperti Michael Schummacher 

Sudah menjadi kesepakatan alam semesta atau sudah menjadi hukum alam, bahwa semua orang yang sukses adalah pekerja keras. kinerja mereka teramat luar biasa. berbeda dengan orang-orang pada umumnya. mereka bekerja siang berganti siang dan malam  berganti malam, mengorbankan banyak hal demi tercapainya sebuah cita yaitu kesuksesan.

Nabi Ayyub as adalah seorang nabi yang Allah berikan ujian yg bertubi-tubi kepadanya. mulai pada ujian dengan Allah musnahkan harta kekayaannya, Allah wafatkan anak-anaknya, Allah uji beliau dengan diturunkan berbagai penyakit yang menempel pada sekujur tubuhnya, hingga tiada lagi yang tersisa selain detak jantung dan lidah yang selalu senantiasa berdzikir mengingat Allah SWT. Dan ujian itu berlangsung selama bertahun-tahun. kemudian atas segala kesabaran dan ketabahan nabi ayyub, dengan kekuasaan Allah, Allah hilangkan seketika penyakit tersebut.

Kolonel Sanders, mungkin anda belum terlalu ramah di telinga dengan nama tersebut. tetapi siapa yang tidak mengenal KFC (Kentucky Fried Chicken). KFC adalah waralaba yang sangat besar dan menggurita di seluruh penjuru dunia. Kesuksesan KFC tentunya tidak lepas dari peranan Kolonel Sanders. Dengan ketekunan dan kerja keras yang luar biasa akhirnya Kolonel Sanders dan anak cucunya dapat menikmati buahnya sekarang, KFC demikian besar dan pesat perkembangannya. Lebih dari satu miliar ayam goreng hasil resep Kolonel dinikmati setiap tahunnya. Dan itu tidak hanya di Amerika Utara. Bahkan tersedia hampir di 80 negara di seluruh dunia. termasuk Indonesia.

Thomas Alfa Edison, yang telah banyak menghasilkan berbagai penemuan yang sangat berharga bagi perkembangan umat manusia. mulai dari lampu pijar, Telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak adalah beberapa dari penemuan Edison. ada yang menarik dari edison saat dia ditanya apakah dia tidak bosan dengan kegagalannya, Thomas Alfa Edison menjawab ringan: “Dengan Kegagalan Tersebut, Saya malah mengetahui ribuan cara agar lampu tidak menyala” This Amazing!!

Bagaimana setiap orang sukses menangani berbagai kesulitan dan mencapai jalan sukses, merupakan pelajaran yang berharga yang harusnya kita ambil. masing-masing dari mereka mempunyai cara yang mungkin bisa ditiru sebaga contoh dalam kehidupan. yaa, mungkin tidak semua bisa kita jadikan contoh, tetapi dari semua itu pasti ada benang merah yang bisa kita simpulkan dan lakukan untuk diri kita.

Itu yang saya dapat hari ini. apa yang kamu dapat? (ytr)

National Exam Threshold

Imperceptibly, time passes so quickly. More or less five months we will face a momentum to move to college: National Examination 2012. The national examination is one of the most important moments in our lives that give wayto the next life step. However, that does not mean we must make burden. Just relax, while trying to add a provision to deal with it, that is to learn and practice questions. For a wise man once said, “success belongs to those that persevere. The action does not alwaysbring intelligence, but there is no intelligence without actions. summit of intelligence can be achieved by a person if he is ready accepts himself “

It is time for managing the time to learn a highly disciplined because discipline is the soulof an intelligence. Discipline could deliver all the people to achieve success and pride.Even though the difficulty comes our way, but the trouble is not what makes us afraid tomove, but that makes us afraid.

As words of the wise, a willingness to ‘win’ is important, but the willingness to prepare isabsolute. Remember, the mind is feeling content about who we are. Stupidity and intelligence come from ourselves. Meanwhile, the mind has the same power with thehands, not to hold the world, but to change it.

Setelah SMA Mau Lanjut Kemana?

“Setelah SMA mau lanjut kemana?”

Pertanyaan ini menjadi tidak asing lagi di telinga saya. Hampir di semua sudut smansa, terkhusus siswa yang menginjak bangku kelas XII. Entah pertanyaan itu ditujukan kepada saya atau orang lain. Hati ini menjadi dilematis ketika harus menjawab pertanyaan tersebut. Pertanyaan ini sangatlah sederhana, tapi menjawabnya perlu kecermatan khusus, Karena akan menentukan masa depan seseorang. Mau jadi apa saya esok? apakah Diri ini sudah siap menerima semuanya? apakah Diri ini sudahkah tangguh menghadapi kehidupan perkampusan? Menjadi mandiri secara fisik dan mental? sudahkah siap menerima tanggung jawab profesi sebagai MAHAsiswa? Sebuah status yang diagungkan.

Lulus dari SMA boleh jadi merupakan langkah awal perjuangan nyata dalam menghadapi kehidupan. Yang selama ini kita masih bergantung pada orang tua, mungkin setelah lulus SMA sudah sepantasnya kita mengurangi beban orang tua yang semakin menua. Hidup secara mandiri. Bagi yang memutuskan untuk studi ke perguruan tinggi idaman tentunya harus bersiap-siap untuk berjuang agar dapat diterima. Dan bagi yang memutuskan untuk masuk dalam dunia kerja, pastinya juga harus bersiap-siap agar dapat survive di dunia kerja.

Berikut adalah artikel yang saya temui sewaktu blogwalking. Menarik! silakan disimak.

Saling mencoret seragam sekolah sering kita jumpai. Malah ada yang bertingkah berlebihan, seperti kebut-kebutan dengan sepeda motor dan menyalip bus di depannya tanpa rasa takut.
Semua itu cermin kegembiraan. Ekspresi kegembiraan para lulusan SMA di kota-kota kecil tidak terlalu berlebihan dibandingkan dengan di kota besar, kayak Jakarta. Walaupun demikian maknanya sama aja.

Yang menjadi pertanyaan, apakah luapan kegembiraan itu merupakan akhir dari suatu perjuangan ?? Jawabnya  tentu  aja   TIDAK  !!!,  perjalan kita masih panjang..!!

KEMANA SETELAH SMA ?

UN baru aja lewat, nggak terasa, sudah sekian lama kalian makan bangku sekolahan, akhirnya tiba juga waktu yang dinanti, yah, ninggalin seragam putih abu-abu untuk kemudian menjadi mahasiswa (kalo ngelanjutin ke Perguruan Tinggi).
‘Persimpangan jalan terbuka luas setelah lulus SMA, kalian bebas memiiih mau kemana kalian selanjutnya.

A. LANGSUNG KERJA

“  Kak, saya sudah 12 tahun sekolah dibiayai orang tua, setelah lulus saya berencana langsung kerja”, Silakan aja, nggak ada yang larang kok, tapi biasanya perlakuan dunia kerja terhadap lulusan SMA beda jauh dibandingkan lulusan Perguruan Tinggi. Lagi pula kebijakan Depdiknas terhadap siswa SMA adalah menghasilkan peserta didik yang siap untuk meianjutkan ke pendidikan tinggi, bukan siap memasuki dunia kerja, karna itu saran kami jika kalian mau langsung kerja, coba tambah keterampilan kalian dengan kursus-kursus, atau masuk aja ke BLK. Apa si BLK itu..??? BLK itu adalah Balai Latihan  Kerja yg artinya lembaga pelatihan yg bernaung dibawah Departemen Tenaga Kerja, di tempat ini kalian akan dilatih dan dididik supaya punya keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan kompetensi jabatan kerja yang dibutuhkan di bursa tenaga kerja Karena lembaga ini memang sengaja dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dengan dunia kerja. Dan Kalau emang sudah mantep, silakan aja kamu dateng ke…. BLK Pasar Rebo, Jl. Raya Bogor, Km 23 Telepon 8400761.

B. MENIKAH

Ini sih pilihan orang yang udah kebelet, tapi yah nggak masalah, kalian udah dewasa, kebebasan mengambil keputusan ada di tangan kalian (tapi tentunya, kebebasan yang bertanggung jawab Iho !!) Katanya sih, menikah malah bisa menambah semangat juang, bukannya kami ngajarin Iho, kayaknya, urusan beginian, didiskusiin pada forum yang lain aja yah.

C. JADI PENGACARA

bosen dari SD sampe SMA makan bangku sekolahan mulu, pokoknya, kalau udah lulus, gue mau jadi pengacara aja memang terkadang ada rasa bosen dan jenuh dalam belajar, karena itu yang namanya refresing menjadi suatu keharusan, tapi kalau refresinnya dengan menjadi pengacara (pengangguran banyak acara) jangan sampe dech..!!!

D. KULIAH 

Nah ini sepertinya jalan yang harus kalian tempuh. Di zaman modern sekarang, sekolah “setinggi langit” adalah biasa. Ingin menjadi sarjana, juga hal yang wajar, bahkan menjadi keharusan. Bukan bermaksud kurang menghargai arti sebuah prestasi, tapi terus terang aja, di masyarakat kita gelar sarjana (kuliah) punya bobot gengsi.

Dengan kata lain kalo nggak kuliah, kalo nggak jadi sarjana, gengsi diri bisa melorot di mata teman, saudara dan orang banyak. Apa betul begitu ? Memang anggapan demikian tidak selalu benar. Tapi yang jelas bila kita punya gelar sarjana, kita berpeluang lebih besar dalam hal memperoleh kedudukan dibandingkan dengan yang hanya lulusan SMA. Inilah salah satu alasan kita untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Apalagi nanti, ketika era pasar bebas udah mulai diberlakukan, yang namanya SDM unggul mah, hukumnya kudu dimiliki.
Jangan merasa pesimis bila kita tidak melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.
Keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan dari lulusan PT. Yang jadi masalah adalah, bisa nggak sih kita kuliah di Perguruan Tinggi (yang bermutu) ??. kalau ditanya bisa atau nggak, jawab aja dengan pede, BISA, kenapa NGGAK, tapi tentunya, nggak semudah membalik telapak tangan. Tak segampang mencoret-coret baju ketika lulus UJIAN !!!.
Persoalannya menjadi pelik, terutama ketika harus menentukan, kita mau masuk ke Jurusan apasih di PT??

Nah   disini   yang   perlu   dipertimbangkan  adalah   faktor   Bakat, Minat,  dan kemampuan.
Sikap optimis & berpikir kreatif dalam melihat peluang serta kerja keras akan lebih menentukan seseorang sukses atau tidak dimasa mendatang.

Namun, bisakah kita menjadi salah satu mahasiswa(i) Perguruan Tinggi yang baik jika kita tidak tahu dunia PT secara kongkrit ??. Dari pengalaman, nampaknya kita memerlukan kesiapan secara dini, termasuk kesiapan informasi akan PT yang dituju. Dengan berbekal informasi itu, maka kalian akan lebih mampu melihat secara utuh keadaan riil yang dihadapi.
Keputusan terbaik tentunya akan dapat kalian ambil bila telah memiliki informasi yang memadai. dan mudah-mudahan tulisan ini memberikan segelintir informasi singkat yang dapat dijadikan referensi untuk mengambil keputusan.

1. Bentuk Perguruan Tinggi
Terdapat lima bentuk Perguruan Tinggi, yang dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu :
■    Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan profesional saja, yaitu Politeknik dan Akademi.
■    Perguran Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan profesional dan pendidikan akademik, yaitu Sekolah Tinggi, Institut, dan Universitas.
1.    Akademi
Lembaga PT yang menyelenggarakan pendidikan terapan (profesional) dalam satu cabang ilmu. Contoh :
■    Akademi Kimia Anatis (AKA)
■    Akademi Kepolisian (AKPOL)

2.    Politeknik

Lembaga PT yang menyelenggarakan satuan pendidikan terapan dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus, dengan titik berat kurikulum pada praktek kerja ( 60% praktek, 40% teori) Contoh :

■    Politeknik Negeri Jakarta (Poltek UI)

3.    Sekolah Tinggi
Lembaga PT yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional dalam disiplin ilmu tertentu. Contoh :
■    Sekolah Tinggi Akuntasi Negara (STAN)

4.    Institut
Lembaga PT yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional dalam sekelompok ilmu yang sejenis. Contoh :
■    Institut Teknologi Bandung (ITB) Continue reading